WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pandangan Anak Sunda terhadap Orang Tua

Oleh: Dra. S. Dloyana Kusumah

Abstrak
Mempersiapkan masa depan anak, tidak semata-mata mengandalkan pendidikan formal atau nilai-nilai budaya yang selama ini diandakan adalah masyarakat. ”Komunikasi” atau hubungan antara orang tua dan anak, ternyata menjadi kata kunci untuk menentukan sikap dalam menghadapi anak-anak dewasa ini. Melalui penelitian awal ini, terungkap apa yang diinginkan dan tidak diinginkan yang disukai dan tidak disukai anak dari orang tuanya.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 22, Oktober 2000

Iket Sunda, Kamari, Kawari Jeung Bihari

Oleh: Drs. Suwardi Alamsyah P.

Abstrak
Masyarakat Jawa Barat ’Sunda’ saat ini sedang menghadapi proses perubahan yang mengarah kepada perubahan dalam segala bidang termasuk di dalamnya tata cara berpakaian. Oleh karena itu, ’iket’ sebutan orang Sunda tidak bisa dilepaskan dari aspek-aspek lain yang berhubungan dengan ’iket’ tersebut.

Selain itu, ’iket’ sebagai pelengkap berpakaian orang Sunda juga mengalami perubahan fungsi sesuai dengan kemajuan kelompok masyarakatnya yang hidup di daerah berbeda-beda. Acapkali pengaruh ini mengubah tradisi yang sudah turun temurun sebagai manifestasi dari rasa keindahan dan pencerminan dari sistem nilai dan keyakinan yang berlaku.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 23, Februari 2001

Faktor Sosial, Ekonomi, dan Budaya Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kabupaten Cirebon

Oleh: Drs. Endang Nurhuda, dkk.

Abstrak
Penelitian mengenai faktor sisial, ekonomi, dan budaya penyebab kemiskinan masyarakat nelayan di Desa Gebang Mekar, mendapat gambaran beberapa indikasi kemiskinan. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, dapat dikatakan bahwa kemiskinan nelayan merupakan masalah kronis dan kompleks. Permasalahan yang dihadapi untuk menanggulangi kemiskinan tersebut, bukan hanya terbatas pada hal-hal yang menyangkut pemahaman hubungan sebab akibat timbulnya kemiskinan, melainkan juga melibatkan preferensi nilai, budaya, dan politik. Oleh karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan nelayan harus dilakukan secara terencana, terarah dan terpadu dengan melihat permasalahan kemiskinan dari berbagai faktor, baik faktor sosial, ekonomi, dan budaya maupun politik.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 22, Oktober 2000

Nyanyian Anak-anak Sunda Masa Kini: Analisis Bentuk dan Isi Kakawihan Barudak Kiwari

Oleh: Drs. Agus Heryana

Abstrak
Kakawihan Barudak sering diidentifikasikan kepada nyanyian anak-anak desa. Dalam gambaran keseluruhan istilah tersebut, di dalamnya terdapat aktivitas anak-anak yang sedang melakukan berbagai permainan sambil disertai nyanyian. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika tataran kehidupan manusia terus berkembang dan mencapai titik nadir teratas, perubahan terus berlangsung. Masalahnya adalah bagaimanakah bentuk nyanyian anak-anak di perkotaan. Bagaimanakah bentuk dan isi Kakawih Barudak di perkotaan sedikit banyaknya dapat terjawab pada penelitian ini.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 21, Juli 2000

Prinsip Resiprositas dalam Aktivitas Gotong-royong

Oleh: Drs. Yudi Putu S, dkk.

Abstrak
Perkawinan bagi masyarakat Sunda merupakan hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup. Perkawinan bukan hanya persoalan individual melainkan melibatkan kesatuan sosial mulai dari keluarga, kerabat, tetangga dan kesatuan sosial lainnya. Pada saat itulah pola-pola hubungan sosial dan aktivitas kegotong royongan akan terlihat sejak awal persiapan hingga pelaksanaan upacaranya. Konsep kegotong royongan sudah menjadi ciri khas masyarakat Sunda.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 21, Juli 2000

Popular Posts