WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Riwayat Syekh Yusuf dan Kisah I Makkutaknang

JudulRiwayat Syekh Yusuf dan Kisah I Makkutaknang dengan Mannuntungi
PenterjemahDjirong Basang
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal197 halaman
Desain SampulLestari

Kajian Nilai Budaya Naskah Kuno Puspakerma

JudulKajian Nilai Budaya Naskah Kuno Puspakerma
PengarangSoimun, I Made Suparta
PenerbitProyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1997
Tebalx + 132 halaman
Desain SampulLestari

Arsitektur Tradisional Rumah Betawi

Oleh Suwardi Alamsyah P.

Abstrak
Arsitektur tradisional rumah Betawi dalam tulisan ini difokuskan pada arsitektur tradisional rumah tinggal, yakni rumah Gudang, rumah Joglo, dan rumah Bapang/Kebaya. Rumah-rumah tersebut masih dapat disaksikan di perkampungan masyarakat Betawi di daerah Condet Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur. Bentuk-bentuk rumah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Betawi terbuka terhadap pengaruh luar. Hal tersebut dapat dilihat dan dipelajari dari pola tapak, pola tata ruang dalam, dan terutama dari sistem struktur dan bentuk serta detail dan ragam hias rumah.

Kata Kunci: Arsitektur tradisional, rumah.

Abstract
Traditional Architecture forms house of Betawi in this article load traditional architecture of house remain, namely Warehouse house, house of Joglo, and house of Bapang / kebaya, what still see and can be witnessed is countrified society of Betawi in area of Condet Sub-District Of Balekambang, Jakarta East. The Forms House indicate that society of Betawi much more open from external influence. The mentioned can be seen and studied from tread pattern, planology pattern in, and especially from structure system and form and also decorative manner and detail which owned it.

Keywords: traditional architecture, building.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 1 Maret 2009

Konflik, Kekerasan, dan Mediasi Sosial di Pedesaan Lampung 1988-2001

Oleh Iim Imadudin

Abstrak
Konflik dan integrasi merupakan dua unsur yang inheren dalam kehidupan masyarakat. Dalam kondisi itu terjadi dialektika yang mengakibatkan kehidupan menjadi dinamis. Konflik menjadi jalan ke arah terbentuknya integrasi baru. Dalam masyarakat yang terintegrasikan sedemikian rupa, konflik dapat tumbuh dan berkembang.

Lampung sebagai wilayah yang multietnik memiliki potensi konflik yang tinggi. Fakta sejarah menunjukkan sejumlah konflik terjadi di daerah tersebut. Tahun 2000, misalnya, konflik sosial berlangsung dalam intensitas yang tinggi. Ditinjau dari perspektif sejarah, konflik dan integrasi merupakan dua komponen yang berjalin kelindan dalam sejarah masyarakat. Penelitian ini memokuskan perhatian terhadap sebab-sebab dan mediasi konflik.

Kata Kunci: Konflik, integrasi, multietnik

Abstract
Conflict and integration represent two element which inherent in life of society. Between both taking place dialectict resulting life become is dynamic. Conflict can become road at formed its of new integration. On the contrary, in integrated society in such a manner conflict can grow and expand.

Lampung as region which multietnic society have high conflict potency. History fact showing a number of conflict happened. Evaluated in perspective of history, integration and conflict represent two component interweaving in its society history. This research of its attention focus in conflict mediation and causes.
Keywords: conflict, integration, multietnic.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 1 Maret 2009

Peresmian Sanggar Tibelat


Kamis, 21 Agustus 2014, BPNB Bandung diundang untuk meresmikan sanggar Tibelat yang berlokasi di Jl. Manisi Kp. Jati RT 04 Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Dalam kesempatan ini, Kepala BPNB Bandung beserta beberapa staf memenuhi undangan yang langsung disampaikan oleh ketua sanggar, Bapak Enjang Dimyati atau yang lebih dikenal dengan nama Abah Enjum.


Memasuki area peresmian, rombongan BPNB Bandung disambut oleh tari lengser yang dibawakan oleh muda mudi dari sanggar Tibelat. Sesampai di lokasi, Abah Enjum menyambut Rombongan BPNB Bandung sekaligus memakaikan iket (tutup kepala khas Sunda) untuk Kepala BPNB Bandung. Selanjutnya, ketua sanggar mempersilahkan rombongan BPNB Bandung untuk menyaksikan beberapa tarian daerah. Setelah itu, beberapa sambutan disampaikan oleh aparat kelurahan Pasirbiru, dan puncaknya adalah sambutan dari Kepala BPNB Bandung. Dalam sambutannya, Kepala BPNB Bandung mengajak warga Cibiru untuk menghidupkan dan melestarikan kesenian tradisional. Dipaparkan juga bahwa sanggar yang akan diresmikan kali ini merupakan salah satu sanggar penerima bantuan melalui program Fasilitasi Komunitas Budaya Masyarakat (FKBM) dari Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. Untuk lebih menggairahkan dan menyemarakan pelestarian kesenian dan adat istiadat, tidak hanya dibantu melalui FKBM semata. Ada juga bantuan dari Kemdikbud melalui program Rumah Budaya Nusantara (RBN) dan dan Revitalisasi Desa Adat (RDA).



Selesai sambutan, Rombongan BPNB Bandung bergerak menuju lokasi peresmian. Sesampainya di lokasi, Kepala BPNB melakukan sesi pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian Sanggar Tibelat. Suguhan seni Pantun pun mengiringi peresmian tersebut. Hari pun semakin siang. Rombongan BPNB Bandung hendak pamit pulang namun ketua sanggar mengharapkan waktu sejenak di sanggar sambil mencicipi hidangan yang telah disajikan. Sedianya bahwa acara peresmian tidak hanya sampai disitu saja karena setelah makan siang ada pertunjukan puncak yang digelar yaitu seni Reak Kuda Lumping. Namun demikian, tugas-tugas kedinasan harus secepatnya diselesaikan sehingga Kepala BPNB Bandung dan rombongan menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyaksikan acara peresmian sampai selesai.

Hikayat Siti Saera dan Kisah Abdullah Ibnu Salam

JudulHikayat Siti Saera dan Kisah Abdullah Ibnu Salam
PengarangHD. Mangemba dan Zainuddin Hakim
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal139 halaman
Desain SampulLestari

Babad Cariyos Lelampahanipun

JudulBabad Cariyos Lelampahanipun Suwargi R. Ng. Ranggawarsita
PengarangKomite Ranggawarsita
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1979
Tebal179 halaman
Desain SampulLestari

Hikayat Nabi Yusuf

JudulHikayat Nabi Yusuf
PengarangIshak Peutua Gam
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1983
Tebal287 halaman
Desain SampulLestari

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69 di BPNB Bandung


Pada tanggal 17 Agustus 2014, bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Upacara peringatan dilakukan oleh segenap masyarakat dan instansi termasuk BPNB Bandung. Pelaksanaan upacara memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-69 dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus 2014 pukul 09.00 WIB.
Dalam upacara kali ini, selaku Pemimpin upacara adalah Toto Sucipto (Kepala BPNB Bandung), Agus Setiabudi (Kasubbag TU BPNB Bandung) sebagai pembaca naskah proklamasi kemerdekaan, Ayie Syarif Suhana sebagai pembaca Pancasila, Iim Imadudin sebagai pembaca doa, Dian Dianawati sebagai MC, Devi sebagai dirigen, dan Dadi sebagai komandan upacara.

Tidak banyak paparan yang disampaikan oleh Kepala BPNB Bandung. Beliau hanya membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI ke-69. Dalam sambutannya, mendikbud banyak membahas tentang pencapaian program pendidikan saja di antaranya mengenai BOS untuk pendidikan dasar dan menengah, Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau wajib belajar 12 tahun, Bantuan Siswa Miskin, Bidikmisi, Pengiriman Guru untuk daerah terpencil, terdepan dan tertinggal, melalui SM3T, Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), dan pendirian perguruan tinggi negeri baru dan sekolah berasrama. Selain itu, masih terkait dengan program pendidikan, turut dipaparkan juga mengenai peningkatan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan. Sangat disayangkan, program-program bidang kebudayaan yang sebenarnya menjadi tugas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sama sekali tidak disinggung dalam sambutan tersebut. Setelah melaksanakan upacara, segenap staf beserta kepala dan kasubbag TU BPNB Bandung berfoto bersama di depan gedung BPNB Bandung.
Sambutan Mendikbud dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-69 dapat didownload disini

Ringkasan Babad Mentawis 1

JudulRingkasan Babad Mentawis 1
PengarangBalai Penelitian Bahasa Yogyakarta
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah
CetakanPertama, 1979
Tebal823 halaman
Desain SampulLestari

Babad Mangir 1

JudulBabad Mangir 1
PengarangBalai Penelitian Bahasa Yogyakarta
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal399 halaman
Desain SampulLestari

Babad Mangir 2

JudulBabad Mangir 2
Bahasa Jawa
PengarangBalai Penelitian Bahasa Yogyakarta
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal399 halaman
Desain SampulLestari

Popular Posts