WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Goa Cilalay, Wisata Alam Dari Desa Sukamulya, Pangandaran, Jawa Barat, Indahnya Stalaktit jadi Nilai Tambah

Pangandaran dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki pantai eksotis. Namun, di samping keindahan pantainya, ternyata pangandaran juga memiliki surga-surga tersembunyi, salah satunya Goa Cilalay.

Goa alam yang masih perawan ini, terletak di perbatasan Desa Sukamulya dan Desa Cigugur, Langkaplancar Pangandaran, Jawa Barat. Saat pertama datang ke Goa Cilalay, pengunjung akan disuguhi dengan indahnya stalaktit yang berdiri kokoh di atas goa.

Keperawanan desa ini masih terjaga, terbukti dengan airnya yang masih jernih dan biota-biota yang hidup di ekosistem tersebut. Saking jernihnya, ikan-ikan kecil di sana dapat terlihat dari atas permukaan air yang ada di Goa Cilalay.

Aktivitas yang bisa dilakukan di destinasi ini adalah melakukan hiking yang menyenangkan. Karena untuk menuju lokasi kita harus melewati jalan setapak dengan medan berlumpur.

Namun tenang saja, karena di sepanjang perjalanan kita juga akan disuguhkan dengan pemandangan yang eksotis.

Tak hanya itu, di Goa Cilalay juga kamu bisa melakukan body rafting. Pengunjung bisa menelusuri ke dalam goa sepanjang 500 meter dengan body rafting. Harganya pun masih bersahabat, sekitar sepuluh ribu per orang sudah termasuk dipandu oleh penduduk lokal.

Selain bermain air dan menikmati keindahan alam. Traveler juga bisa menikmati jajanan di warung kecil yang di sana.

Selain itu, untuk menjaga kelestarian goa, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung seperti mushola, kamar ganti, toilet dan parkiran kendaraan.

Saat ini, wisata Goa Cilalay dikelola oleh masyarakat Penggerak Pariwisata lokal, Karangtaruna Desa Cigugur, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sari Alam bekerjasama dengan Perum Perhutani. Goa Cilalay sendiri baru dibuka untuk umum pada 6 Juni 2019.

Sebagai tempat wisata baru, diharapkan pengunjung dapat menjaga kebersihan dan mengikuti peraturan yang berlaku di Goa Cilalay.***

Sumber: https://cianjurpedia.pikiran-rakyat.com/wisata-budaya/pr-1032629214/goa-cilalay-wisata-alam-dari-desa-sukamulya-pangandaran-jawa-barat-indahnya-stalaktit-jadi-nilai-tambah?page=2

BPNB Jabar Gelar Festival Kesenian 2021, Tampilkan Ragam Ekspresi Budaya dari Seniman

Sebagai salahsatu upaya melesterakan nilai-nilai budaya di tengah pandemi Covid-19, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat, menggelar festival kesenian 2021.

Festifal yang bertajuk 'Warisan Indonesia' dikemas dengan konsep dalam jaringan ini, menampilkan ratusan seniman dari enam kabupaten di Jawa Barat, dimana dalam program ini juga bertujuan untuk mendukung program desa pemajuan kebudayaan.

Selain itu, festival di tengah pandemi ini, tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana, kali ini BNPB Jabar, juga telah menggandeng traveler Adhin Abdul Hakim, sebagai akator dalam kegiatan tersebut, yang mana festival ini juga bisa dilihat melalui platform youtube @BPNBJabar.

Kepala BPNB Jabar, Jumhari menerangkan festival yang masuk dalam kegiatan tahunan ini biasa dilaksanakan di satu lokasi dengan menghadirkan seni budaya dari berbagai daerah.

Tetapi, menurut Jumhari, di masa pandemi ini, pihaknya melakukan terobosan baru dengan menggelar pertunjukan di tempat asal seniman dan pekerja budaya.

"Kami tetap ingin tampilkan beragam ekspresi budaya dari seniman dan pekerja budaya dengan konsep yang berbeda sebagai bukti bahwa di masa pandemi, kebudayaan masih tetap berjalan," katanya, di Bandung, Senin (6/9/2021).

Jumhari juga menambahkan program desa pemajuan kebudayaan bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, hingga seniman dan pekerja budaya. Tujuannya, kata dia, membangun desa mandiri lewat peningkatan ketahanan dan kontribusi budaya desa.

"Desa itu akar atau asal identitas budaya Indonesia dan paradigma pembangunan kebudayaan harus dimulai dari unit kebudayaan terkecil, yakni desa," ujarnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, BPNB Jabar, Hendra Gunawan mengatakan bahwa program ini dilakukan maraton selama sebulan, dengan melakukan pengambilan perekaman pertunjukan sebanyak 46 kesenian dari enam kabupaten di Jabar.

"Konsep baru pada gelaran festival kesenian 2021 ini dikemas menarik menjadi tayangan televisi dan youtube. Kami berharapnya dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat," ucapnya.

Adapun, enam kabupaten tersebut diantanya seperti Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Ia menilai, festival ini tak hanya tampilkan kreasi panggung seniman dan pekerja budaya, tetapi mereka memuat 10 objek pemajuan kebudayaan, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional.

"Lewat tayangan kami bisa tampilkan 10 objek pemajuan kebudayaan sekaligus, misalnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran menampilkan seni Ronggeng Gunung, akulturasi budaya Ebeg, tradisi lisan Kidung, dan pengetahuan tradisional Pindang Gunung," katanya.

Adhin Abdul Hakim yang didaulat menjadi duta budaya dalam program 'Warisan Indonesia' mengaku senang bisa mempelajari, memahami, menyaksikan, dan menelusuri jejak serta nilai-nilai budaya yang ada di setiap lokasi yang dikunjungi.

Dia berharap festival kesenian dengan konsep baru ini bisa menggugah masyarakat khususnya generasi muda senantiasa melestarikan seni dan budaya di tengah gempuran budaya luar dari jejaring digital.

"Mari jaga dan lestarikan nilai budaya. Sebab ini kewajiban bersama. Jangan baru ribut dan ramai ketika sudah diklaim negara lain," katanya. (Yan)

Sumber: https://www.jabarnews.com/daerah/pr-1731247506/bpnb-jabar-gelar-festival-kesenian-2021-tampilkan-ragam-ekspresi-budaya-dari-seniman

22 Karya Budaya Jawa Barat Diusulkan jadi WBTB

Sebanyak 22 karya budaya asal Jawa Barat diusulkan untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2021. Usulan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat pada Sidang WBTB bersama Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Bandung, Jumat, 29 Oktober 2021.

Pengusulan ini dilakukan setiap tahun secara berjenjang dari kabupaten kota ke provinsi dan terakhir ke nasional.

"Kami sudah melakukan itu sejak dua tahun ini, dengan melakukan penetapan di tingkat provinsi kemudian ke nasional," ungkap Kepala Bidang Kebudayaan, Febyani kepada wartawan, Jumat.

Yang masuk ke provinsi tahun ini lanjut dia sekitar 32 usulan karya budaya. Sedangkan yang diusulkan ke kementerian sebanyak 18 karya budaya.

"Namun tahun lalu ada lima karya budaya yang ditangguhkan, sehingga yang diusulkan 22 dan satu lagi kurang memenuhi syarat seperti yang ditetapkan kementerian," tambahnya.

Menurut Feby, karya budaya yang diusulkan ini sudah melalui kajian tim ahli (WBTB) Jawa Barat. Pasalnya, setiap karya budaya yang diusulkan harus disertai kajian akademis selain kajian lainnya termasuk deskripsi, foto dan video.

"Tahun ini jumlah yang diusulkan sebanyak 22 karya budaya atau naik 100 persen dibanding tahun lalu yang hanya 13 karya budaya," paparnya.

Menurutnya perlu ada kerjasama antara pemerintah daerah, BPNB, tim ahli, dan akademisi. "Pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran untuk WBTB ini karena prosesnya yang panjang," tanbahnya.

Dikatakannya semua karya budaya yang diusulkan memiliki urgensi terancam punah serta memiliki kekhasan dari setiap daerah dan berbeda dengan daerah lainnya.

Selain itu, usulan ini merupakan upaya pemerintah dalm melindungi karya budaya. "Yang paling berat adalah pemanfaatan dan pengembangan. Karena jika tidak dimanfaatkan dan dikembangkan, bukan tidak mungkin 65 karya budaya asal Jawa Barat yang sudah ditetapkan akan dicabut," katanya.

"Ini mengacu pada Unesco yang setiap tahun melakukan evaluasi karya budaya yang sudah ditetapÄ·an sebagai WBTB dunia akan dicabut apabila tidak dimanfaatkan dan dikembangkan," tambahnya.

Dalam sidang usulan penetaoan WBTB itu, sejumlah tim ahli WBTB nasional mengajukan sejumlah pertanyaan, terkait karya budaya yang diusulkan, seperti soal dogdog lojor, angklung gubrag, Pantun Carita Nyai Sumur Bandung dan sebagainya.

Namun secara umum tim ahli dan tim penilai WBTB nasional mengapresiasi tim kajian dan bidang kebudayaan yang mengusulkan 22 karya budaya yang dilengkapi dengan visual, suara dan kajian akademis.

Berikut 22 karya budaya asal Jawa Barat yang diusulkan ke tingkat nasional
- Angklung Bungko (Kab. Cirebon)
- Gong Sibolong /gamelan tradisional (Kota Depok)
- Bangkong Reang, (Kp Cijawura, Lebak Muncang, Ciwidey, Kab Bandung) terancam punah
- Gantangan sosial ekonomi ekpresi (Kab. Subang) kondisi masih bertahan.
- Toleat aat musik tradiai khas Subang (Kab. Subang) suara mirip saxophone.
- Rengkong Kasepuhan Banten Kidul ( Kab. Sukabumi)
- Badeng instrumen angklung (Kec. Malamgbong Kab. Garut)
- Angklung Dogdog Lojor (Kab. Sukabumi)
- Batik Paoman/Dermayonan dikenal juga batik pesisir (Kab. Indramayu)
- Payung Geulis (Kab. Tasikmalaya) awal untuk pergi keladang atau pemakaman.. kini lebih meluas
- Arsitektur Kamoung Pulo (Kampung Adat Cangkuang) Kabupaten Garut
- Tari Cepet (Kab. Sukabumi) upacara ngabungbang di Ciracas Sukabumi
- Merlawu adat istiadat Kampung Adat Kuta, Kab Ciamis. Merlawu asal kata dari Lalawuh
- Upacara Adat Nyuguh (ritus menyiapkan makanan rasa syukur panen hasil bumi) asal Kampung Adat Kuta, Kab. Ciamis
- Jipeng kesenian tradisiomal khas Kasepuhan Ciptagelar sejak 1923. Asal kata dari seni tanji topeng
- Rasi alias beras singkong asal Kampung Coreundeu Kota Cimahi (pengganti beras)
- Palakiah Palean Raga sebuah ritus yang dilakukan Paguran Naga Paksi Kampung Dukuh Citapen KBB sejak 1920, oleh KH Zaenudin.
- Upacara Hajat Arwah sebuah upacara penghormatan leluluhur di Kampung Cibarengkok KBB
- Angklung Gubrag asal Cigudeg Kab. Bogor
- Karinding sebuah waditra bambu yang banyak dimainkan oleh warga Jawa Barat (kondisi banyak digunakan masayarakat luar negeri)
- Carita Pantun Nyai Sumur Bandung (Kota Bandung) sebuah carita Sunda tentang syukuran persalinan, sakit dan menempati rumah baru berkembang di Desa Cimenyan (Kab. Bandung) dan Desa Ujungberung (Kota Bandung)
- Bordik Tasikmalaya, (Kota Tasikmalaya).***

Sumber: https://galamedia.pikiran-rakyat.com/humaniora/pr-352902401/22-karya-budaya-jawa-barat-diusulkan-jadi-wbtb?page=2

Tarling, Musik Khas Indramayu Tentang Ketabahan dalam Penderitaan

Oleh Galih Pranata

"Mang Sakim mulai memainkan gitar dan menguji kesamaan nada dengan musik gamelan Cirebon," tulis Ivan Setiawan. Ia mengisahkan sosok Sakim yang berupaya mewujudkan seni musik anyar di wilayah Indramayu.

Ivan menuliskan kisah Sakim pada Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, dalam artikelnya berjudul Tarling, Seni Tradisional Pantura, yang dipublikasikan pada tahun 2018. Sakim saat itu diminta oleh seorang Belanda untuk menyetel gitarnya.

"Saat itu, sekitar tahun 1931, di Desa Kepandean, Indramayu, seorang komisaris Hindia-Belanda meminta pada warga sekitar untuk memperbaiki gitarnya," tambahnya. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Sakim untuk mengulik lebih jauh tentang gitar. Wajar saja, tak mudah bagi pribumi mendapat gitar pada zamannya.

"Mang Sakim merupakan ahli gamelan Cirebon. Sampai gitar seorang komisaris Belanda itu berhasil di perbaiki, ia tak juga mengambil gitarnya," lanjut Ivan. Sakim kemudian memiliki waktu lebih banyak lagi dalam mempelajari nada-nada gitar sekaligus membandingkan nada-nada pentatonis gamelan.

Kemudian upaya Sakim dilanjutkan oleh anaknya, Sugra. Ia bereksperimen dengan memindahkan nada-nada pentatonis gamelan ke dawai-dawai gitar yang bernada diatonis. Agaknya, ia telah berhasil menciptakan genre musik baru dengan perpaduan-perpaduan itu.

"Karenanya, kiser (tembang-tembang) Dermayonan (Indramayu) dan Cerbonan (Cirebon) yang biasanya diiringi dengan gamelan, bisa menjadi lebih indah dengan iringan petikan gitar," tambahnya. Keindahan itu, menjadi semakin lengkap setelah petikan dawai gitar diiringi dengan suling bambu yang mendayu-dayu.

Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan kiser Dermayonan dan Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar 1932-an. "Kala itu, anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Indramayu dan Cirebon, menerimanya sebagai suatu gaya hidup," tulis Ivan.

Pada tahun 1935, alunan musiknya mulai dilengkapi dengan kotak sabun yang berfungsi sebagai kendang, dan kendi sebagai gong. Kemudian pada 1936, alunannya diiringi dengan alat musik lain, berupa baskom dan ketipung kecil yang berfungsi sebagai perkusi.

"Nama tarling baru diresmikan saat Radio Republik Indonesia sering menyiarkan jenis musik ini dan oleh Badan Pemerintah Harian (saat ini DPRD). Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1962, melalui siaran RRI, nama Tarling mulai dikenal sebagai nama resmi jenis musik tersebut," terang Ivan.

GAYA MUSIK TARLING DARI PENGARUH GEOGRAFISNYA
Suwarjono, seorang bapak berusia 53 tahun, duduk di serambi rumahnya, tengah bersantai sambil menikmati musik tarling dari radionya. "Sudah sejak kecil saya mendengar tarling dari radio," ungkapnya kepada National Geographic Indonesia. Ia merupakan penikmat setia musik tarling.

Ia berasal dari wilayah pesisir utara Subang, tepatnya di daerah Pusakajaya, dekat dengan Pantai Patimban. "Mulai dari Indramayu, Cirebon, sampai Subang bagian Pantura, pasti kenal sama yang namanya tarling," ungkap Suwarjono.

Kesenian tarling lebih populer di daerah Indramayu dan Cirebon, serta beberapa wilayah lain seperti wilayah Pantai Utara Subang juga turut dalam tren musik tarling. Wilayah geografis pesisir utara lantas memengaruhi gaya musik tarling.

"Masyarakat di daerah pesisir, seperti contohnya orang-orang di sepanjang wilayah Pantura, lebih terbuka dan suka mengungkapkan perasaannya langsung secara omongan (verbal)," jelas Suwarjono berdasar pengamatannya.
Tarling adalah salah satu bentuk kesenian yang berkembang di wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat, terutama wilayah Cirebon dan Indramayu. Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen sitar dan suling serta istilah 'Sing nelatar kudu eling, Eling kepada Tuhan Yang Maha Esa, Eling terhadap tanah kelahirannya.'

Hal tersebut dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan Rijal Abdillah dan Koentjoro dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam tulisannya yang dimuat pada jurnal Psikologika, berjudul Nilai dan Pesan Moral Tarling Menurut Perspektif Pelaku Kesenian Tarling Cirebon: Studi Psikologi Budaya, terbit pada 2015.

"Pola interaksi yang diturunkan sejak nenek moyang dalam perdagangan di pelabuhan-pelabuhan Pesisir Utara Jawa, utamanya di Cirebon, mengubah watak penduduknya menjadi terbuka dan berbicara teus terang (apa adanya) dalam mengutarakan perasaannya," tulisnya.

Oleh karena itu, nilai dan makna yang terkandung dalam seni Tarling lebih diarahkan pada segi hiburan, namun disertai dengan syair-syair yang menceritakan ketabahan dalam menghadapi penderitaan. "Itu jadi gaya yang disukai oleh orang-orang Pantura, mulai dari nelayan sampai petani, karena lebih mengena (melalui syair-syairnya)," ujar Suwarjono.

Syairnya ditulis dengan menggunakan basa Cêrbon atau bahasa Cirebon. Salah satu contoh kutipan syair dari lagu berjudul Diusir Laki ciptaan Almin Said.

Apa nasibe badan (Bagaimana nasib diri)
Laki doyan demenan (Suami suka pacaran)
Sekien kawin maning (Sekarang menikah lagi)
Ning kula ora eling (Tapi aku tidak tahu)

Kula kien diusir (saya sekarang diusir)
Ning laki konkong nyingkir (sama suami disuruh pergi)
Megat tanpa lantaran (Cerai tanpa alasan)
Bli eman keturunan (Tidak sayang keturunan/anak-anak)

Lirik dan syairnya begitu menyayat hati, keluar dari perasaan penggubahnya. Gaya bahasa yang digunakan sangat terbuka dan apa adanya. Itu menjadi identitas tersendiri bagi musik tarling, yang tentunya dipengaruhi kondisi geografis dan masyarakat pendukungnya.

Sumber: https://nationalgeographic.grid.id/read/132920869/tarling-musik-khas-indramayu-tentang-ketabahan-dalam-penderitaan?page=all

BPNB Jabar Ajak Warga Nikmati Sajian Warisan Indonesia


Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jabar meluncurkan tayangan warisan Indonesia dengan menampilkan sejumlah budaya dan seni dari beberapa daerah di Jabar. Seperti Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta, Cianjur, dan Sukabumi.

Kepala BPNB Jabar, Jumhari, mengatakan, ide untuk membuat karya seni dari berbagai kebudayaan dan dikemas melalui sebuah digital muncul tak sengaja. Namun dampaknya luar biasa.

Di Masa pandemi ini, katanya, mereka diajak berpikir dan bekerja melampaui batas kemampuan dengan cara yang berbeda, salah satunya media digital.

"Insya Allah kami mulai menunjukkan di media sosial seperti Youtube hasil karya ini pada 17 Oktober 2021. Masa pandemi ini banyak orang yang menginginkan hiburan. Semoga hasil karya ini bisa menjadi obat dengan melihat banyak keindahan budaya dari berbagai daerah di Jabar," ujarnya, Senin (11/10/2021) di Metro Indah Mal.

Adapun tujuan akhir dari kegiatan ini, Jumhari menyebut, pihaknya hanya sebatas upaya pelestarian kebudayaan. Jika pihak lain atau dinas lain berkeinginan untuk mengkomersilkannya, dia pun mempersilakan.

"Kami hanya tawarkan inilah kemasan tayangan kebudayaan kekinian yang lebih menyasar pada generasi milenial. Warisan Indonesia ini baru tahap awal. Kami akan terus eksplorasi hal-hal yang selama ini menjadi fokus perhatian," katanya.

Dia menyebyt bahwa pada Oktober-November, akan ada edis spesial yang mengambil gambar di Candi Batujaya, Karawang.

"Intinya, tugas kami memberikan ruang fasilitasi aktivitas kebudayaan yang bermuara pada terciptanya ekosistem budaya," ucapnya.

Sementara itu, duta budaya dalam warisan Indonesia ini, Adhin Abdul Hakim, menyebut kemasan kebudayaan yang ditampilkan oleh BPNB secara tayangan sangatlah pas. Biasanya tayangan-tayangan kesenian atau kebudayaan hanya terpaku pada satu kamera yang statis.

"Kalau Warisan Indonesia yang dipelopori oleh BPNB ini ada semi-semi vlog dan kami diajak langsung untuk terjun belajar seni budaya yang ada di Jabar. Jadi, menurut saya ini menarik dan berbeda banget dari biasanya. Yang jelas kami menjanjikan warisan Indonesia, kalian bisa dapatkan beauty shoot yang banyak memanjakan mata," katanya.

Sumber: https://jabar.tribunnews.com/2021/10/11/bpnb-jabar-ajak-warga-nikmati-sajian-warisan-indonesia

Popular Posts