WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Kesenian Daerah di Jawa Barat

Oleh Drs. Yuzar Purnama, dkk.

Abstrak
Hasil dari penelitian ini dapat diketahui sejumlah kesenian tradisional yang ada di Jawa Barat. Sekaligus juga mengetahui sejarah, tata cara penyajian, biodata, dan perkembangan kesenian itu pada masyarakat pendukungnya. Berbagai faktor yang menghambat dan mempercepat perkembangan kesenian ini pun dapat diihat dari kupasan ini, demikian pula fungsi kesenian bagi masyarakat pendukungnya dimulai dari alat untuk pengantar upacara adat, tari pergaulan, sampai pertunjukan.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 16, Desember 1998

Perubahan Sikap Masyarakat (Dampak Pembangunan Pabrik Sandang terhadap Proses Sosialisasi dan Sikap dalam Pendidikan Anak di Desa Malakasari Kecamatan

Oleh Dra. S. Dloyana Kusumah

Abstrak
Penelitian ini menggambarkan perubahan mata pencaharian di Desa Malakasari yang mempengaruhi proses sosialisasi dan sikap terhadap pendidikan anak. Adanya pabrik sandang Bajatex di desa tersebut, selain dapat meningkatkan ekonomi keluarga, juga menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi antarindividu karena waktu untuk berkumpul/bertemu dengan keluarga dan tetangga sangat terbatas. Dampak lain, digantikannya cara mendidik anak seperti orang tua dahulu dengan cara yang lebih praktis.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 15, Agustus 1998

Struktur dan Isi Puisi Sisindiran Bahasa Sunda di Kabupaten Bandung

Oleh Drs. Aam Masduki

Abstrak
Sisindiran yang merupakan salah satu bentuk puisi Sunda lama, yang banyak digemari masyarakat karena bahasanya sederhana dan mudah dipahami, serta perkembangannya kini makin luwes, mudah memasuki berbagai gender sastra lainnya, ternyata banyak hidup dan bertebaran di berbagai daerah di Jawa Barat, salah satunya adalah daerah Kabupaten Bandung. Dalam laporan penelitian ini penulis berusaha mengupas dan mengkaji masalah struktur dan isi sisindiran yang banyak terdapat di daerah Kabupaten Bandung.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 13, Juni 1997

Program Peningkatan Kinerja Kemampuan Staf Peneliti dan Pengkajian Naskah Kebudayaan Daerah Pada Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung

Oleh Dra. S. Dloyana Kusumah

Abstrak
Keberhasilan suatu mekanisme kerja sebuah lembaga, salah satunya adalah bergantung pada kinerja SDM-nya. Demikian pula halnya dengan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, sebagai salah satu lembaga yang bertugas menyediakan informasi kebudayaan daerah, pada dasarnya akan berhasil dalam melaksanakan program kerjanya, jika staf peneliti, tenaga administrasi, dan tenaga dokumentasi sebagai SDM memiliki kinerja yang dapat diandalkan.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 13, Juni 1997

Tingkat Kesejahteraan Keluarga Nelayan: Studi tentang Upaya Penanggulangan Kemiskinan Keluarga Nelayan

Oleh Drs. Toto Sucipto

Abstrak
Kemiskinan, ketertinggalan, keterbelakangan, dan kesengsaraan, seolah-olah telah menjadi predikat yang erat melekat dalam kehidupan nelayan. Persoalan eksternal dan internal yang menyebabkan banyak keluarga nelayan berada di bawah garis kemiskinan atau sebagian besar termasuk dalam kategori/tahap Keluarga Pra Sejahtera, barangkali dapat membuka cakrawala pemahaman tentang latar belakang kehidupan mereka.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 13, Juni 1997

Pelestarian Peninggalan Sejarah di Kabupaten Majalengka

Oleh Drs. Endang Nurhuda

Abstrak
Penulis mengungkapkan berbagai peninggalan bersejarah yang terdapat di Kabupaten Majalengka, yang berasal dari masa pra Islam sampai masa Revolusi Kemerdekaan. Peninggalan tersebut, terdiri atas benda-benda peninggalan Kerajaan Talaga yang menjadi koleksi Museum Sunan Talaga Manggung, Tradisi Megalitik, Makam Bersejarah, Bangunan Bersejarah, dan Monumen Perjuangan. Dalam tulisan ini diungkapkan pula bagaimana pentingnya pelestarian peninggalan bersejarah dan langkah yang telah ditempuh dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan peninggalan bersejarah yang terdapat di Kabupaten Majalengka.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Sistem Pertanian Tradisional Jawa Barat

Oleh Drs. Nandang Rusnandar

Abstrak
Penulis membatasi tulisannya pada faktor letak, iklim dan suhu daerah penelitian, latar belakang kebudayaan, proses industrialisasi, sistem pengetahuan tradisional yang melingkupi nama-nama Pranatamangsa atau Mangsa di daerah Baduy, aturan tebar dan tandur di daerah Priangan, sistem pertanian seperti struktur penggarapan, struktur pemeliharaan, serta istilah-istilah keadaan padi di sawah.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Kajian Babad Talaga

Oleh: Drs. Tjetjep Rosmana dan Drs. Endang Nurhuda

Abstrak
Penulis membatasi tulisan sekitar aspek kesejarahan, asal usul Kerajaan Talaga, proses penyebaran Islam di Talaga, Kerajaan Talaga masa pemerintahan Kolonial, dan silsilah raja-raja Kerajaan Talaga. Selain itu juga dikemukakan struktur cerita Babad Talaga, antara lain alur cerita, tokoh dan penokohan, setting dan tema. Dari aspek nilai, dikemukakan nilai budaya, nilai moral, nilai sosial yang terdapat dalam Babad Talaga.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Babad Dermayu: Sebuah Bentuk Sastra Sejarah

Oleh: Drs. Yuzar Purnama

Abstrak
Penulis membatasi tulisannya Babad Dermayu sebagai analisis struktural yang melingkupi alur cerita, latar, tokoh, dan tema. Babad Dermayu sebuah bentuk sejarah mengetengahkan babad sebagai sebuah cerita yang mengandung sejarah, unsure Islam dalam Babad Dermayu, peranan wanita dalam pembangunan, musyawarah untuk mufakat, tata upacara peresmian.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Biografi R. Natakusumah

Oleh: Drs. Herry Wiryono

Abstrak
Penulis membatasi tulisannya pada lingkungan keluarga dan pendidikan, serta keaktifannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, penumpasan pemberontakan DI/TII SM Kartosuwiryo, penumpasan pemberontakan RSM Maluku Selatan, Konfrontasi dengan Malaysia (Dwikora), Menjalani Tugas di Seskoad, aktivitas Purnabakti, hingga Kehidupan Keluarga dan Kepribadiannya.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Salah Urus, Seni Tradisi Mendekati Kepunahan

BANDUNG, (PR).- Akibat salah urus, banyak nilai tradisi, kesenian tradisional, serta budaya daerah yang terus mendekati kepunahan. Selain program pemerintah tidak jelas, penempatan pejabat bukan ahli di bidangnya, menjadi penyebab salah urus. Demikian ditegaskan Direktur Tradisi Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Poppy Safitri saat Temu Tokoh Peranan Perempuan Sunda dalam Perjuangan Bangsa" di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung, Jln. Cinambo, Bandung, Kamis (5/8). "Sangat wajar jika banyak kesenian dan nilai tradisi serta kebudayaan di daerah mendekati kepunahan, bahkan hilang atau mati," ujarnya.

Selain akibat dipegang pejabat yang bukan ahlinya, menurut Poppy, pergantian ataupun rotasi pimpinan dinas yang membawahi seni budaya tradisional yang terbilang cepat, juga menjadi penyebab. "Padahal untuk mengurus seni budaya, dibutuhkan waktu untuk mempelajari kesenian dan kebudayaan daerah. Dengan demikian, pejabat bersangkutan akan paham," tuturnya.

Selain sejumlah program yang tidak tepat sasaran, Poppy juga menyayangkan daerah yang tidak menggelar festival atau pertunjukkan budaya dan kesenian. Festival budaya dan kesenian di daerah merupakan wadah kreasi sekaligus upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan di daerah. "Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah menggelar festival kebudayaan dan kesenian daerah. Namun, terkadang dicibir oknum pejabat maupun anggota dewan karena dianggap menghabiskan anggaran," ucapnya. (A-87)***

Sumber: http://bataviase.co.id

Udjo, Seniman Angklung dan Aktifitasnya

Oleh: Dra. Lasmiyati

Abstrak
Penulis mengungkapkan perjalanan hidup seorang seniman Jawa Barat, yaitu Pak Udjo, dalam kiprahnya mengangkat serta mengembangkan kesenian angklung di Jawa Barat. Atas perjuangannya, angklung kini menjadi salah satu kesenian khas budaya Jawa Barat, yang terkenal tidak saja di Indonesia, juga di luar negeri.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Latar Belakang Berdirinya Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Sespim Polri) di Kabupaten Bandung

Oleh: Drs. H. Iwan Roswandi

Abstrak
Penelitian ini mengungkapkan latar belakang berdirinya Sekolah Staf Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Sespim Polri) di Kabupaten Bandung, dengan tinjauan latar belakang sejarah Kepolisian, sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, Kepolisian pada masa Proklamasi dan setelah Proklamasi, struktur POLRI di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Perdana Menteri, lahirnya Sespim POLRI, serta struktur organisasi, tugas, dan fungsi Sespimpol.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Popular Posts