WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Tinjauan Historis dalam Babad Kadhiri

JudulTinjauan Historis dalam Babad Kadhiri
PengarangSuyami, Dwi Ratna Nurhajarini, dan Sri Sutjiatiningsih
Penyunting Amurwani DL
PenerbitProyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
CetakanPertama, 1999
Tebalx + 191 halaman
Desain SampulLestari

Kajian Mitos dan Nilai Budaya dalam Tantu Panggelaran

JudulKajian Mitos dan Nilai Budaya dalam Tantu Panggelaran
PengarangDwi Ratna Nurhajarini dan Suyami
Penyunting Sri Guritno
PenerbitProyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1999
Tebal186 halaman
Desain SampulLestari

Hikayat Aulia Tujoh

JudulHikayat Aulia Tujoh
PengarangMuhammad Usman, Eddi Warman, Sulaiman Madjid, Mawardi Sulaiman, dan A. Yunus
Editor Anhar Gonggong
PenerbitProyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayan
CetakanPertama, 1992
Tebal168 halaman
Desain SampulLestari

Kajian Naskah Awi-awian dan I Dremen

JudulKajian Naskah Awi-awian dan I Dremen
PengarangI Gusti Ngurah Arinton, Anak Agung Alit Geriya, dan Fajria Novaria Manan
PenerbitBagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidkan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1993
Tebal112 halaman
Desain SampulLestari

Wawacan Carios Munada

JudulWawacan Carios Munada
PengkajiEdi S. Ekadjati dan Aam Masduki
PenerbitProyek Penelitian dan Pegkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1993
Tebalvii + 110 halaman
Desain SampulLestari

Ini Cara Sahabat Museum KAA Promosikan Museum KAA

BANDUNG, MUSEUM KAA – Cara Sahabat Museum KAA mempromosikan Museum KAA kepada masyarakat melalui akun twitter @AsiAfricaMuseum mendapat apresiasi dalam acara Sarasehan Website Kebudayaan yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Rabu, 24/12/2014 di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung, Jalan Cinambo No.136 Bandung.

“Promosi Museum KAA melalui sosial media, terutama via akun twitter @AsiAfricaMuseum perlu kita apresiasi. Dibandingkan akun twitter museum lain di Indonesia, mencapai hampir enam ribu follower untuk Museum KAA bukanlah perjalanan yang singkat untuk sebuah museum,” jelas Purwo Subagiyo, narasumber utama sarasehan sekaligus kepala pengelola laman situs www.kebudayaanindonesia.net milik Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Menurut Purwo, media sosial kini dianggap sebagai media paling efektif untuk mempromosikan museum. Melaluinya, masyarakat terutama khalayak muda dengan mudah dapat berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi terkait museum dan warisan budaya lainnya.

Senada dengan itu, Drs. Toto Sucipto, Kepala BPNB mengatakan, “Hingga kini baru sekitar lima ribu unsur budaya yang telah didaftarkan dan dicatat menjadi warisan budaya masyarakat. Karena itu, sarasehan ini digelar agar upaya publikasi atas hasil dokumentasi dan inventarisasi warisan budaya melalui situs www.kebudayaanindonesia.net makin meningkat. Pasalnya, budaya baca masyarakat yang sangat rendah dapat menjadi kendala bagi promosi warisan budaya. Media sosial yang dikemas menarik dan kreatif adalah salah satu solusi yang efektif.”

Terkait apresiasi itu, Kepala Museum KAA, Thomas A. Siregar mengatakan, “Kami tentunya berterima kasih atas apresiasi itu. Dan, apresiasi itu sudah selayaknya menjadi pengakuan untuk keberhasilan tim Sahabat Museum KAA yang selama ini telah bersinergi dengan Museum KAA untuk mempromosikan Nilai-nilai KAA kepada masyarakat luas, khususnya kalangan remaja.”

Thomas menambahkan, selain akun twitter @AsiAfricaMuseum, Sahabat Museum KAA kini juga memiliki sejumlah saluran media lain yang terus-menerus mengalami perbaikan. Di antaranya adalah laman situs “sahabatmkaa.com”, akun YouTube “SMKAA.tv,” radio dalam jaringan “SMKAA Radio”, dan SMS Center SMKAA.

“Via @AsiAfricaMuseum kami ingin Museum KAA dan Sahabat Museum KAA lebih hadir dan lebih dekat dengan masyarakat. Menu kicauan berseri secara berkala yang mengangkat kisah tokoh dan sejarah serta isu global kontemporer Asia Afrika adalah favorit follower kami. Selain itu, semua infomasi terkini terkait event di Museum KAA senantiasa dibagikan secara cepat,” papar Thomas.

Tim Hubungan Masyarakat Sahabat Museum KAA telah sejak tahun 2010 bahu-membahu bersama tim Publikasi dan Promosi Nilai-nilai KAA Museum KAA mempromosikan Nilai-nilai KAA kepada masyarakat.

Serat Lebdatama 2

JudulSerat Lebdatama 2
PengarangRaden Purwasuwignya
Alih Aksara Sudibjo Z.H
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal135 halaman
Desain SampulLestari

Serat Sanasunu

JudulSerat Sanasunu
PengarangR. Ng. Yasadipura II
Alih Aksara dan Bahasa Sudibjo Z.H.
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal220 halaman
Desain SampulLestari

Panji Kuda Narawangsa

JudulPanji Kuda Narawangsa
AlihbahasaMoelyono Sastronaryatmo dan R. Aj. Indri Nitriani
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1983
Tebal332 halaman
Desain SampulLestari

Wawacan Siliwangi Masa ka Masa 2

JudulWawacan Siliwangi Masa ka Masa 2
PenyadurH.S. Ronggowaluyo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal364 halaman
Desain SampulLestari

Sejarah Lampung Utara (Periode Pembangunan Masa Orde Baru)

Oleh M. Halwi Dahlan

Abstrak
Perkembangan suatu daerah bisa dikaji dari hasil yang nampak dari proses pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan. Perkembangan tersebut diperoleh dari pemanfaatan potensi-potensi yang ada. Lampung Utara yang secara geopolitik menjadi batas pulau Sumatera di bagian Utara dan secara geografis memiliki potensi alam yang kaya, dapat diolah menjadi sumber pendapatan asli daerah. Secara demografis, penduduk Lampung Utara adalah sumber daya manusia yang signifikan untuk melaksanakan pembangunan serta menjadi kekuatan untuk mewujudkan tujuan jangka panjang tersebut karena kerukunan mereka yang multietnik.

Kata Kunci: Sejarah, pembangunan, perkembangan daerah.

Abstract
Development of an area can be studied from result seems to be from development process which has and is being executed and of course has purpose of long-range towards prosperity of all the area public. The development obtained from exploiting of the potencys. Lampung Utara that is in geopolitics becomes Sumatra island boundary in upstate and geographically has rich nature potency, changeable become source of earnings of area original. Demographically, resident Lampung Utara is human resource which signifikan to execute development and becomes strength to realize purpose of the long-range because reconciliation they which multiethnic.

Keywords : History, development, development of area.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 3 September 2009

Karya Sastra di Lingkungan Pesantren

Oleh Endang Supriatna

Abstrak
Keterkaitan karya sastra Sunda dengan Islam telah berlangsung cukup lama. Karya sastra klasik, bahkan, telah mejadi media penyampai pesan keagamaan yang efektif. Dalam karya sastra klasik tersebut, baik wawacan maupun guguritan masih dominan dan sangat disukai masyarakat. Pesan dalam karya-karya sastra klasik ini ada yang bersifat formal seperti uraian tentang fikih, akhlak, tasawuf, dan tarikh, namun ada juga yang simbolis dan mengandung mistik seperti pada kisah para wali. Sementara itu dalam karya sastra modern (khususnya yang ditulis sebelum perang kemerdekaan), unsur-unsur dakwah tampil lebih halus dan tersamar, yang menonjol justru masalah-masalah keseharian dan persoalan rakyat kecil. Namun demikian, dalam karya sastra pada jaman sebelum perang ini, seperti menunjukkan bahwa posisi pesantren dalam kehidupan masyarakat Sunda mempunyai tempat yang sangat penting.

Kata Kunci: pesantren, karya sastra, dan budaya Sunda.

Abstract
The relevance betwen sundanese literature work with Islam has been going for a long time. Even classic literature work, whether wawacan or guguritan still dominating and liked by pople. The massage in these classic literature work has a formal characteristic, like description abaut fikih, akhlak, tasawuf, and tarikh or rather symbolic and constains some mystic value, just like the story of wali songo. In the mean time, inside the modern literature work (specially those wich is written before the indenpendency war), element of dakwah were smoother and blurred, while the daily problems and fact that sundanese poeple were just third rate citizen. However, the pre-indenpendency war literature works show that pesantren had very important position in sundanese civilization.

Keywords : pesantren, literature work, and sundanese civilization.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 3 September 2009

Srikarongron 3

JudulSrikarongron 3
PengarangMoelyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal450 halaman
Desain SampulLestari

Serat Jatiswara

JudulSerat Jatiswara
Alih AksaraMoelyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal624 halaman
Desain SampulLestari

Serat Panitibaya

JudulSerat Panitibaya
AlihbahasaNy. Jumeiri Siti Rumidjah
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1982
Tebal239 halaman
Desain SampulLestari

Serat Paramayoga

JudulSerat Paramayoga
Serat Kalempaking Piwulang
PengumpulR. Ng. Karyarujita
Alihaksara Moelyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal631 halaman
Desain SampulLestari

Sekartaji 3

JudulSekartaji 3:
Episode Pertemuan dan Penyadaran
PengarangS. Dloyana Kusumah, Agus Heryana, dan Siti Maria
PenerbitDirektorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1999
Tebalx + 305 halaman
Desain SampulLestari

Papakem Jaksa Pipitu

JudulPapakem Jaksa Pipitu
Alihaksara dan bahasaTD. Sudjana
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal104 halaman
Desain SampulLestari

Serat Purwawahya

JudulSerat Purwawahya
PenghimpunR.M. Mangkudimedja
Alihaksara dan bahasa Hardjana HP
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebalvii + 110 halaman
Desain SampulTitit Lestari

Serat Lebdatama 1

JudulSerat Lebdatama 1
PengarangRaden Purwasuwignya
Alihaksara Drs. Sudibjo Z.H.
Alihbahasa Henny L. Rusman
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal87 halaman
Desain SampulLestari

Serat Rama Keling

JudulSerat Rama Keling
PengarangA. Soeharno
Alihaksara Sri Punagi
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal128 halaman
Desain SampulLestari

Pejahipun Patih Suwanda

JudulPejahipun Patih Suwanda
Seri Arjunasasrabau Jilid V
PengarangRaden Ngabehi Sindusastra
Alihaksara S.Z. Hadisutjipto
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1978
Tebal89 halaman
Desain SampulLestari

Bedhahipun Lokapala

JudulBedhahipun Lokapala
Seri Arjunasasrabahu Jilid II
PengarangRaden Ngabehi Sindusastra
Alihaksara S.Z. Hadisutjipto
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1978
Tebal72 halaman
Desain SampulLestari

Panji Sekar

JudulPanji Sekar
PengarangSunan Pakubuwono IV
Penterjemah Yanti Darmono
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1979
Tebal226 halaman
Desain SampulLestari

Serat Pedhalangan Ringgit Purwa VI

JudulSerat Pedhalangan Ringgit Purwa VI
PengarangK.G.P.A.A. Mangkunagara VII
Alihaksara R. Mulyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1978
Tebal54 halaman
Desain SampulLestari

Budaya Spiritual: Persepsi Peziarah pada Makam Keramat Lelulur Sumedang

Oleh Tjetjep Rosmana

Abstrak
Sikap keramat dalam anggapan suatu masyarakat adalah tempat yang dikeramatkan karena tempat bersemayamnya arwah leluhur yang memiliki kekuatan gaib. Pada suatu waktu di tempat keramat dijadikan pusat kegiatan religius, yakni upacara persembahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam situs religius ini, setiap tingkah laku manusia dikeramatkan yang diiringi suasana hati dan motivasi yang ditimbulkan oleh simbol-simbol sakral (keramat) dalam diri manusia.

Situasi demikian itu terbentuk dalam kesadaran spiritual sebuah masyarakat. Sesungguhnya setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap tempat yang dikeramatkan. Hal ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Demikian pula terhadap makam keramat leluhur Sumedang yang kerap dikunjungi oleh banyak peziarah. Salah satunya makam keramat Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, dan sebagainya.

Kata Kunci: Budaya spiritual, makam keramat, Sumedang.

Abstract
A sacred attitude on people live in a sacred place is the burial of an ancestors spirit and supernatural. Sometimes, it is made as a center of religiousness, for example a god worship through religious site. On this site everyones attitude is being sacred by feeling and motivation which showed sacred symbols self inside.

The situation formed in a spiritual awareness of society. Actually, everyone has different perception and motivtion about those places. Of course, it depends on each needs conditions. In such a case, the sacred burial of Sumedang often visited by visitors. Such as the sacred burial of Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, etc.

Keywords: Spiritual culture, sacred burial, Sumedang.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 3 September 2009

Walidarma

JudulWalidarma
PengarangRaden Rangga Wirawangsa
Alihaksara Hardjana HP
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal159 halaman
Desain SampulLestari

Wanda Ringgit Purwa

JudulWanda Ringgit Purwa
AlihaksaraMoelyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal173 halaman
Desain SampulLestari

Serat Padhalangan Ringgit Purwa XXVI

JudulSerat Padhalangan Ringgit Purwa XXVI
PengarangK.G.P.A.A. Mangkunagara VII
Alihaksara R. Mulyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal80 halaman
Desain SampulLestari

Popular Posts