WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Karya Sastra di Lingkungan Pesantren

Oleh Endang Supriatna

Abstrak
Keterkaitan karya sastra Sunda dengan Islam telah berlangsung cukup lama. Karya sastra klasik, bahkan, telah mejadi media penyampai pesan keagamaan yang efektif. Dalam karya sastra klasik tersebut, baik wawacan maupun guguritan masih dominan dan sangat disukai masyarakat. Pesan dalam karya-karya sastra klasik ini ada yang bersifat formal seperti uraian tentang fikih, akhlak, tasawuf, dan tarikh, namun ada juga yang simbolis dan mengandung mistik seperti pada kisah para wali. Sementara itu dalam karya sastra modern (khususnya yang ditulis sebelum perang kemerdekaan), unsur-unsur dakwah tampil lebih halus dan tersamar, yang menonjol justru masalah-masalah keseharian dan persoalan rakyat kecil. Namun demikian, dalam karya sastra pada jaman sebelum perang ini, seperti menunjukkan bahwa posisi pesantren dalam kehidupan masyarakat Sunda mempunyai tempat yang sangat penting.

Kata Kunci: pesantren, karya sastra, dan budaya Sunda.

Abstract
The relevance betwen sundanese literature work with Islam has been going for a long time. Even classic literature work, whether wawacan or guguritan still dominating and liked by pople. The massage in these classic literature work has a formal characteristic, like description abaut fikih, akhlak, tasawuf, and tarikh or rather symbolic and constains some mystic value, just like the story of wali songo. In the mean time, inside the modern literature work (specially those wich is written before the indenpendency war), element of dakwah were smoother and blurred, while the daily problems and fact that sundanese poeple were just third rate citizen. However, the pre-indenpendency war literature works show that pesantren had very important position in sundanese civilization.

Keywords : pesantren, literature work, and sundanese civilization.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 3 September 2009

Popular Posts