WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pengumuman Tempat Pelaksanaan Tes CPNS 2013

PELAKSANAAN TES KOMPETENSI DASAR (TKD)
PENGADAAN CPNS
BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA (BPNB) BANDUNG
DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2013



Sebagai tindak lanjut pengumuman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 126683/A4/KP/2013 tentang Kelulusan Hasil Verifikasi Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013, utamanya untuk formasi Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung diwajibkan mengikuti seleksi tertulis yang akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal
:
Minggu, 3 November 2013
Pukul
:
08.00 s.d 10.00 WIB
Tempat
:
lantai 2 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung
jl. Cinambo no. 136 Ujungberung – Bandung,
telp/faks (022) 7804942, email bpnbbandung@ymail.com.

Beberapa persyaratan yang harus dibawa oleh peserta adalah sebagai berikut:
  1. Peserta wajib membawa Kartu Peserta Ujian dan tanda identitas diri (KTP/SIM/Passport ASLI)
  2. Membawa alat tulis (pulpen warna hitam atau biru, pensil 2B, serutan pensil, karet penghapus, dan papan/alat tulis)
  3. Membawa pas photo 4 x 6 warna (warna latar bebas) sebanyak 2 lembar
Ketentuan dalam pelaksanaan ujian adalah sebagai berikut:
  1. Peserta datang ke tempat ujian paling lambat 1 jam sebelum dilaksanakan ujian.
  2. Peserta yang datang terlambat lewat dari 15 menit tidak diperkenankan mengikuti tes TKD.
  3. Peserta mengenakan pakaian bebas dan rapi (kemeja) serta memakai sepatu.
  4. Peserta mengisi buku tamu dan daftar hadir yang telah disediakan panitia.
  5. Peserta menduduki kursi yang sesuai dengan identitas peserta.
  6. Peralatan komunikasi (handphone) harus dimatikan dan ditaruh dalam tas peserta.
  7. Menjaga ketertiban dan berperilaku sopan.
Untuk mengetahui Daftar Pelamar Lulus Verivikasi Administrasi silahkan klik disini



PENGUMUMAN TES TERTULIS PENYULUH BUDAYA WILAYAH JAWA BARAT TAHUN 2013


PENGUMUMAN TES TERTULIS PENYULUH BUDAYA
WILAYAH JAWA BARAT
TAHUN 2013

Bersama ini kami umumkan daftar nama-nama peserta yang LULUS SELEKSI ADMINISTRASI, yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 23 Oktober 2013


No.

Nama

Nomor Tes
1.
Ali Mulyawan, S.Pd
001/R.BDG/13

2.
Hamdan Kamal Nugraha
002/R.BDG/13

3.
Wisnu Wardana, SS
003/R.BDG/13

4.
Fiktor Zulfikar
004/R.BDG/13

5.
Delfiandrie
005/R.BDG/13

6.
Rahma Nurdina, S.Hum
006/R.BDG/13

7.
Khairun Nisa, S.Hum
007/R.BDG/13

8.
Agus Mulyana, SH
008/R.BDG/13

9.
Nova Adrianto, SE
009/R.BDG/13


Kepada nama-nama tersebut diatas dimohon hadir untuk mengikuti  TES TERTULIS/ AKADEMIK yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 29 Oktober 2013
Waktu             : Pukul 08.00 – 10.00 WIB
Tempat           : Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung
                          Jl. Cinambo No. 136 Ujungberung, Bandung
                          Telp./Fax. 022-7804942

Bagi peserta yang tidak hadir mengikuti TES TERTULIS, dianggap mengundurkan diri.




Koordinator Wil. Jawa Barat

Kegiatan Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan di Kabupaten Ciamis

(12 September 2012)

Saat ini faktor interaksi sosial sudah mengalami banyak kemajuan akibat dari modemisasi teknologi informasi. Kebimbangan dalam menentukan perilaku budaya kemudian menjadi sangat terasa mengingat informasi budaya luar sudah semakin masuk ke dalam jaringan kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat dihadapkan pada pilihan dalam menentukan apakah dirinya mampu melakukan proses pelestarian budaya lokal ataukah mengikuti arus budaya luar.

Generasi muda merupakan bagian dari masyarakat yang rentan terhadap pengaruh budaya luar yang belum tentu sesuai dengan karakter bangsa Indonesia atau national character building. Lemahnya filterisasi kebudayaan mengakibatkan kekurangtahuan dari para generasi muda dalam mengenal dan memahami warisan sejarah budayanya. Oleh karena itu, berbagai bentuk informasi dan sosialisasi pengenalan nilai kebudayaan sangat perlu untuk dilaksanakan berkesinambungan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung sebagai UPT di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memandang perlu melaksanakan program yang mengarah pada pengenalan dan pemahaman kebudayaan bagi kalangan siswa SLTA/sederajat melalui kegiatan Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah: (1) Menemukenali nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa budaya, (2) menumbuhkembangkan rasa cinta dan memiliki di kalangan generasi muda atas kebudayaan bangsanya, (3) sebagai wahana generasi muda untuk dapat mengenal lebih dekat dan memahami budaya sendiri, (4) dengan mengenali dan memahami nilai budaya yang terkandung dalam peristiwa budaya, diharapkan dapat memperkokoh jati diri dan integrasi bangsa. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan penayangan adalah “Kenali Negerimu Cintai Negerimu”.

Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan diselenggarakan pada tanggal 12 September 2012 pukul 08.00 WIB – selesai. Lokasi Kegiatan bertempat di Aula SMKN 1 Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas siswa dan siswi SLTA/sederajat serta guru pembimbing yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penayangan 2 buah film dokumenter tentang kebudayaan, yaitu “Sistem Teknologi Panday Besi Ciwidey” dengan narasumber Irvan Setiawan, S.Sos dan “Tari Sigeh Penguten dengan narasumber Drs. Dibyo Harsono, M.Hum.

Seminar Sejarah Ciamis

(11 sampai 12 September 2012)

Sebagian orang menyepelekan akan arti sebuah nama, sebagian lainnya menganggapnya sangat penting. Bagi yang menyepelekan arti sebuah nama beranggapan bahwa nama hanya sekedar judul, tampilan kulit yang bisa berbeda dengan karakter dari nama itu. Misalnya ada orang bernama Adil tetapi dia koruptor ada juga bernama Arif tetapi semena-mena. Bagi yang mengagungkan arti nama, maka nama adalah bagian dari jati diri, pembuka menuju cita-cita, dan sebagainya. Bagaimanapun juga apapun hasil dari yang telah dilakukan yang tersebut adalah nama.

Masyarakat Kabupaten Ciamis merasa perlu untuk menggali kembali makna sejarah dibalik nama daerahnya. Keinginan tersebut mengemuka ketika nama yang lama dirasa lebih menyejarah daripada nama yang sekarang, sehingga diperlukan sebuah wadah untuk merealisasikan hal tersebut. Salah satu wadah yang sesuai adalah Seminar Sejarah. Kegiatan ini bersifat penyuluhan dan penyebaran informasi, hasilnya adalah memberi masukan atau rekomendasi berdasarkan ilmu sejarah. Berkaitan dengan perubahan nama dari Ciamis ke Galuh maka fungsi seminar ini adalah memberikan latar belakang sejarah tentang kedua nama tersebut berikut pengaruhnya terhadap identitas daerah.

BPSNT Bandung sebagai salah satu UPT di lingkungan Ditjen Kebudayaan yang mengkaji nilai sejarah juga turut melaksanakan kegiatan aplikatif kesejarahan berupa seminar sejarah. Oleh karena itu, menyikapi keinginan masyarakat Kabupaten Ciamis, BPSNT Bandung menyelenggarakan Seminar Sejarah dengan menampilkan beberapa pembicara yang sangat kompeten dalam pengembangan ilmu sejarah. Adapun tema dari kegiatan Seminar Sejarah kali ini adalah “Menelusuri Nama Daerah Galuh dan Ciamis, Tuntutan dan Harapan” . Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 12 September 2012.

Tujuan kegiatan ini pada dasarnya adalah untuk memberi masukan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dalam rangka menyalurkan aspirasi perubahan nama daerah berdasarkan tinjauan ilmu sejarah melalui kegiatan aplikatif berupa Seminar Sejarah. Pembicara dalam kegiatan ini berjumlah 6 orang terdiri atas para sejarawan dan pemerhati sejarah. Sedangkan peserta terdiri dari 100 orang yang terdiri atas generasi muda, tokoh masyarakat, dosen, LSM, peneliti sejarah, dan instansi terkait. Seminar in diselenggarakan di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya seminar ini diharapkan dapat Dipahaminya kondisi kesejarahan di Kabupaten Ciamis untuk memperkuat jati diri dalam bingkai NKRI.





 



Kajian Nilai Budaya pada Arsitektur Tradisional di Giri Jaya Padepokan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat

Oleh Lina Herlinawati

Abstrak
Giri Jaya Padepokan yang terletak di kaki Gunung Salak, tepatnya di Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, memiliki bangunan-bangunan lama yang berarsitektur tradisional. Bangunan-bangunan tersebut perlu diperhatikan, dipelihara, dan dilestarikan keberadaannya. Pelestarian bangunan tersebut juga sekaligus melestarikan keterkaitan antara bangunan dan kehidupan komunitas manusianya, baik sehari-hari maupun ritual. Bagaimana konsep bangunan dalam struktur, fungsi, serta bentuk bangunan tidak banyak orang mengenalnya. Untuk itu, melalui penelitian yang bersifat deskripsi dengan pendekatan kualitatif dapatlah dipahami konsep-konsep tersebut. Dari hasil kajian tersebut, dapat dinyatakan bahwa bentuk-bentuk bangunan peninggalan leluhur Giri Jaya Padepokan itu selain memiliki bentuk bangunan berarsitektur tradisional Sunda, juga pada beberapa bagian bangunan ada pengaruh arsitektur Jawa dan Kolonial Belanda. Hal itu bisa terjadi karena leluhur Giri Jaya Padepokan sebagai pendiri bangunan tersebut memiliki pengalaman yang berkaitan dengan keberadaan Kolonial Belanda di Tatar Sunda serta pertemanannya dengan seseorang yang berasal dari “Mangku Negara” Surakarta.

Kata kunci: Giri Jaya Padepokan, arsitektur tradisional.

Abstract
The village of Giri Jaya Padepokan that lies on the foothill of Mount Salak has many buildings of traditional architecture. These buildings have to be preserved. To preserve those buildings means to preserve the relationship between the buildings themselves and the life of the community. There are very few people who have knowledge about the those traditiional buildings in term of structure and functions, as well as the shape. In understanding these concepts the author conducted a descriptive research method with qualitative approach. The author came into conclusion that despite of traditional Sundanese architecture, some of the buildings were influenced by both Javanese and Dutch colonial styles. The styles were adopted during their period of ruling Sundaland over centuries.

Keywords: Giri Jaya Padepokan, traditional architecture.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 2 No. 3 September 2010

Popular Posts