WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pewarisan Keterampilan Perajin Tradisional di Kabupaten Tasikmalaya

Oleh: Drs. Aam Masduki

Abstrak
Keahlian membuat anyaman dari daun pandan/jaksi, sudah dkenal penduduk Desa Rajapolah secara turun-temurun. Tidak diketahui dengan jelas kapan kebiasaan ini muncul untuk pertama kalinya. Namun pewarisan dilakukan dari orang tua kepada anak atau cucunya dengan cara insidentil. Karena tidak orang tua tidak mengharuskan anaknya mampu membuat anyaman sebagai lapangan usaha dalam kehidupannya.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Edisi 21, Juli 2000

Upacara Ngarot di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu

Oleh: Dra. Enden Irma R., dkk.

Abstrak
Penelitian upacara tradisional ini mengambil tema Upacara Ngarot, yaitu pesta muda-mudi yang dilaksanakan menjelang musim tanam padi di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu. Upacara tersebut merupakan ungkapan rasa syukur dimulainya masa penggarapan sawah. Upacara Ngarot yang diadakan setahun sekali ini pelaksanaannya selalu pada hari Rabu karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, rabu merupakan hari datangnya Prabu Lelea ke daerah ini.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 18, April 1999

Nasi Timbel Diusulkan Jadi Warisan Dunia

Bandung - Angklung, batik, keris, wayang kini sudah resmi diakui oleh organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB, Unesco sebagai warisan budaya. Kini giliran nasi timbel beserta 99 jenis warisan budaya lain yang diusulkan.

Tahap pendataan warisan budaya takbenda yang tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPNST) Bandung sejak pertengahan tahun 2010 lalu.

Kepala BPNST Bandung Toto Sucipto menjelaskan, warisan budaya tak benda mengandung arti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan serta keterampilan yang diakui oleh berbagai komunitas, kelompok atau perorangan sebagai bagian warisan budaya mereka. Dalam kehidupan masyarakat, hal itu bisa berwujud alam, budaya atau kuliner.

“Kami ajukan nasi liwet karena jenis kuliner ini bukan hanya makanan belaka, tetapi merupakan hasil kreasi budaya yang diakui oleh masyarakat sebagai bagian dari budaya mereka,” ujar Toto, di sela acara Bimbingan Teknis Penelitian, di Kantor BPNST Jalan Cinambo Kota Bandung, Rabu (26/1/2011).

Toto mengatakan, usulan nasi liwet serta 99 jenis kebudayaan tradisional lainnya, kini sudah tersimpan di data base Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Selanjutnya data budaya takbenda itu akan diserahkan ke Unesco untuk dilakukan penyeleksian. Periode berikutnya, Unesco akan menyelenggarakan penyeleksian warisan budaya takbenda di Bali.[ito]

Sumber: http://www.inilah.com

Perkembangan Kesenian Gondang di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya

Oleh: Dra. Enden Irma R.

Abstrak
Jawa Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang cukup kaya dengan kesenian tradisional dengan berbagai bentuk dan jenisnya. Salah satu kesenian tersebut adalah Seni Tradisional Gondang yang tetap terpelihara keberadaannya di wilayah Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Secara historis, Seni Gondang dikembangkan di daerah Jawa Barat oleh para leluhur penyiar agama Islam. Salah satu contoh dari tokoh tersebut adalah Kangjeng Syeh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Bentuk seni ini digunakan sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat

Pola pertunjukan Kesenian Gondang dari dahulu sampai sekarang sudah banyak mengalami perubahan. Pada mulanya pertunjukan Kesenian Gondang hanya menggunakan lisung dan halu serta pakaian yang dikenakan oleh para pemainnya pun sangat sederhana dan tidak disertai dengan gerak tari lainnya. Adapun pada saat ini Kesenian Gondang itu selain ada penambahan waditra (alat), juga pakaian para pemainnya pun dikemas lebih menarik disertai dengan gerak tari yang indah.

Diterbitkan dalam Patanjala, Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol. 1 No.3 September 2009

Analisis Struktur Sejarah Carita Lampahing Para Wali Kabeh

Oleh: Drs. Suwardi Alamsyah P.

Abstrak
Buku ini menguraikan tentang raja Pajajaran Prabu Siliwangi yang berputra 9 orang, dua diantaranya bakal menggantikan tahta kerajaan yaitu Raden Walangsungsang dan Nyai Putri Rarasantang. Mereka meloloskan diri dari istana dan bertapa di gunung. Pada suatu saat Prabu Siliwangi memerintahkan pada dua orang anaknya, bila bertemu dengan orang Arab harus dibunuh dan ditangkap karena dia tidak mau masuk Islam, agama yang dibawa oleh orang Arab. Dalam tidurnya Walangsungsang bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad dan disuruh berguru agama suci pada Syekh Gunung Jati di Amparan. Kemudian dia pergi dari kerajaan mencari Sykeh Nurjati, kemudian Nyai Putri Rarasantang meloloskan diri menyusul Walangsungsang. Mereka berdua berguru pada Syekh Jati dan melaksanakan haji, putri Rarasantang menikah dan mempunyai anak kembar salah satunya adalah Syarif Hidayat yang berusaha mengislamkan Prabu Siliwangi.

Popular Posts