WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG
Showing posts with label enden irma. Show all posts
Showing posts with label enden irma. Show all posts

Dampak Manisan Terhadap Ekonomi Masyarakat Di Kabupaten Cianjur

Enden Irma Rachmawaty

Abstrak
Di setiap daerah pasti mempunyai menu makanan khas sendiri, menu makanan khas ini timbul dari lingkungannya sendiri, dan dapat dipastikan tidak diketahui asal mula pembuatnya, yang pasti pembuatan menu makanan tersebut merupakan warisan yang turun temurun, begitu juga dengan pengrajin makanan khas Cianjur. Pengrajin makanan khas Cianjur bukan hanya buah-buahan sebagai bahan pokok pembuatan manisan, tetapi bisa juga dari bahan pokok sayuran. Ada beberapa yang termasuk kedalam makanan khas Cianjur, di antaranya adalah Manisan Sayuran Sawi. Manisan Kedondong, Manisan Canar, Manisan Salak, Manisan Rumput Laut, Manisan Jambu Biji, Manisan Pala, dan lain-lain. Pada awalnya semua jenis makanan khas Cianjur merupakan konsumsi masyarakat dengan status sosial menengah kebawah, tetapi pada saat ini semua jenis makanan khas Cianjur tersebut sudah merupakan konsumsi semua lapisan masyarakat. Hal ini ditandai bukan hanya dijual di toko-toko tetapi sudah masuk ke supermarket-supermarket yang ada di Cianjur, bahkan banyak juga yang memakai sebagai menu pelengkap dalam rangka hajatan di hotel-hotel berbintang. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang manisan Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metoda wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa manisan Cianjur cukup mengalami perkembangan baik dari segi bahan maupun pemanfatannya.

Abstract
Every region has its own typical food that has been developed within its society and no one knows who made it first. The fact is that it is inherited from one generation to another. This also happens to artisan food of Cianjur who make manisan (pickles) of fruits and vegetables. Formerly the pickles were consumed by middle to lower class in the society, but it gradually becomes popular to everyone. This kind of food can be found either in small shops or supermarkets. Hotels serve them as desserts. This research seeks more detailed information about pickles of Cianjur by using descriptive method and interviews. The result shows that pickles from Cianjur have been developing very well.

Keywords: Pengrajin Makanan Khas, Cianjur, food artisan of typical food, Cianjur

Diterbitkan dalam Patanjala Vol. 4, No 3, September 2012

Penanaman Nilai Budaya Melalui Permainan Anak di Kabupaten Garut

Oleh Enden Irma Rachmawaty

Abstrak
Penelitian yang berjudul Penanaman Nilai Budaya melalui Permainan anak di Kabupaten Garut ini, bertujuan mengkaji nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan. Pengakajian nilai-nilai budaya ini menggunakan metode deskriptif analisis. Apabila kita amati tentang jenis-jenis permainan anak dewasa ini, keberadaannya sudah kurang diminati bahkan kurang mendapat perhatian dari masyarakat pemiliknya, namun bila kita mendalami unsur-unsur yang terkandung dalam permainan anak-anak tersebut, banyak sekali nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tertanam dalam permainan anak, nilai budaya tersebut salah satunya adalah bentuk ketahanan budaya. Selain itu dalam permainan anak-anak itu banyak sekali nilai-nilai pembelajaraan yang bersifat demokratis (keadilan dan penerapan sanksi bagi yang melanggar) dan untuk belajar memulai kehidupan sosial anak (nilai untuk kerjasama dan menumbuhkan hasrat untuk berpikir dan berstrategi) dan belajar menjadi seorang pemimpin.

Kata kunci: budaya, nilai, permainan anak.

Abstract
This research entitled The Cultivation of Cultural Values through Childs Games in Garut District, aims to to examine the culture values contained that contained in child and. This culture values research is using an deskriftif analysis method. If we watch about the recent child games, its existance is alreadylossing the interst from its onner, but if we explore deeper the contained element on these chil games, there lot of philosphical values and the local wisdom embendded on it. And one of them is culture resilience. Aside from these child games have a lot of democratically learning values (justice and purishmaeat for the the ones who discovery) and to start the social living (cooperative values and growing ambition’s to think and to from strategies) and also to learn to be a team leader.

Keywords: cultural, values, children games.

Diterbitkan dalam Patanjala Vol. 2, No 1, Maret 2010

Makna dan Simbol Dalam Upacara Adat Perkawinan Sunda di Kabupaten Bandung

Oleh Enden Irma Rachmawaty

Abstrak
Masyarakat Sunda memiliki budaya tradisional yang beragam. Walaupun keberadaannya tidak sama, apabila kita lihat nilai filosofinya, semua memiliki nilai filosofi yang cukup tingggi. Salah satunya ialah upacara adat perkawinan. Setiap acara dalam adat perkawinan tersebut memiliki simbol dan makna sebagai lambang kehidupan kebudayaan masyarakat pemiliknya. Penelitian ini bertujuan mengungkap Upacara adat perkawinan Sunda yang sampai saat ini masih tetap lestari. Penelitian upacara adat ini bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Upacara adat ini terdiri atas kegiatan sebelum pernikahan, saat pelaksanaan pernikahan dan setelah pernikahan. Dalam kegiatan sebelum pernikahan ada beberapa upacara diantaranya neundeun omong, ngalamar (minang), nyangcang (mengikat calon pengantin), narikan (menentukan kepastian), dan seserahan. Saat pelaksanaan pernikahan terdiri atas akad nikah dan sungkem. Setelah pelaksanaan pernikahan terdapat upacara sawer, nincak endog dan huap lingkung. Semua rangkaian upacara tersebut memiliki simbol dan makna tersendiri.

Kata kunci: Upacara, perkawinan adat Sunda

The Sundanese society has various traditional cultures. All of them have very high philosophical values, although some differences exist. Wedding ceremony is one of them. Every steps in Sundanese wedding ceremony has meanings and symbols of their cultural life. This research is a descriptive study concerning Sundanese wedding ceremony using qualitative method. The ceremony consists of activities that are implented before, during, and after the wedding. Before the wedding there are neundeun omong (a kind of promise given by a man to the family of the bride-to-be that he would marry a woman of their family), ngalamar (to propose), nyangcang (to engage), narikan (to confirm), and seserahan (gifts from the bridegroom to the bride symbolizing his responsibility as husband in their marriage). During the wedding there are akad nikah (the wedding pledge) and sungkem (giving tribute to the parents and the elders). Lastly, after the wedding they have sawer (pouring rice and coins to the bride and the bridegroom symbolizing their fortune in the future), nincak endog and huap lingkung.

Keyword: ceremony, wedding, Sundanese tradition

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Tempat-tempat “Keramat” di Kabupaten Serang Banten

Oleh: Dra. Enden Irma, dkk.

Abstrak
Anggapan masyarakat tentang adanya tempat-tempat keramat, merupakan fenomena umum di berbagai daerah. Anggapan itu demikian kuatnya melekat pada masyarakat, sehingga tempat-tempat bersejarah dan benda-benda peninggalan sejarah pun dianggap “keramat” (dikeramatkan). Hal ini antara lain terjadi di daerah Kabupaten Serang Propinsi Banten.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian BPSNT Bandung Edisi 39, Desember 2007

Peranan Perempuan di Kampung Nelayan (Studi Kasus Tentang Peranan dan Fungsi Istri Nelayan di Pangandaran Kabupaten Ciamis)

Oleh: Dra. Enden Irma Rachmawaty

Abstrak
Peranan perempuan dalam keluarga sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh latar belakang sosial budaya dan ekonomi keluarga yang bersangkutan, serta kondisi geografis dimana keluarga tersebut berada. Kondisi keluarga tidak mampu merupakan salah satu faktor yang relatif berperan serta mendorong terjadinya peran ganda ibu rumah tangga. Kebanyakan ibu rumah tangga yang bekerja disebabkan oleh karena faktor ekonomi, yaitu penghasilan suami relatif tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian BKSNT Bandung Edisi 30, April 2005

Upacara Ngarot di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu

Oleh: Dra. Enden Irma R., dkk.

Abstrak
Penelitian upacara tradisional ini mengambil tema Upacara Ngarot, yaitu pesta muda-mudi yang dilaksanakan menjelang musim tanam padi di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu. Upacara tersebut merupakan ungkapan rasa syukur dimulainya masa penggarapan sawah. Upacara Ngarot yang diadakan setahun sekali ini pelaksanaannya selalu pada hari Rabu karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, rabu merupakan hari datangnya Prabu Lelea ke daerah ini.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 18, April 1999

Perkembangan Kesenian Gondang di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya

Oleh: Dra. Enden Irma R.

Abstrak
Jawa Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang cukup kaya dengan kesenian tradisional dengan berbagai bentuk dan jenisnya. Salah satu kesenian tersebut adalah Seni Tradisional Gondang yang tetap terpelihara keberadaannya di wilayah Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Secara historis, Seni Gondang dikembangkan di daerah Jawa Barat oleh para leluhur penyiar agama Islam. Salah satu contoh dari tokoh tersebut adalah Kangjeng Syeh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Bentuk seni ini digunakan sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat

Pola pertunjukan Kesenian Gondang dari dahulu sampai sekarang sudah banyak mengalami perubahan. Pada mulanya pertunjukan Kesenian Gondang hanya menggunakan lisung dan halu serta pakaian yang dikenakan oleh para pemainnya pun sangat sederhana dan tidak disertai dengan gerak tari lainnya. Adapun pada saat ini Kesenian Gondang itu selain ada penambahan waditra (alat), juga pakaian para pemainnya pun dikemas lebih menarik disertai dengan gerak tari yang indah.

Diterbitkan dalam Patanjala, Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol. 1 No.3 September 2009

Sistem Teknologi Tradisional Pembuatan Meja Unyil di Desa Mekar Rahayu Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung

Oleh: Dra. Enden Irma R.

Abstrak
Penulis mengungkap masalah pembuatan meja unyil di Kecamatan Margaasih, yang hingga kini masih dikerjakan dengan sistem teknologi tradisional. Di dalamnya diuraikan masalah pola produksi yang menggambarkan proses yang ditunjang dengan adanya bahan baku, peralatan, serta tenaga kerja. Selanjutnya dibahas masalah pola distribusi, yang ternyata Meja Unyil tidak hanya menjangkau pemasaran di Kota Bandung, juga menembus beberapa kota di Jawa Barat.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Sistem Teknologi Tradisional Pembuatan Meja Unyil di Desa Mekar Rahayu Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung

Oleh: Dra. Enden Irma R.

Abstrak
Penulis mengungkap masalah pembuatan meja unyil di Kecamatan Margaasih, yang hingga kini masih dikerjakan dengan sistem teknologi tradisional. Di dalamnya diuraikan masalah pola produksi yang menggambarkan proses yang ditunjang dengan adanya bahan baku, peralatan, serta tenaga kerja. Selanjutnya dibahas masalah pola distribusi, yang ternyata Meja Unyil tidak hanya menjangkau pemasaran di Kota Bandung, juga menembus beberapa kota di Jawa Barat.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Kerajinan Tradisional Dari Bahan Logam Di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya

Jurnal Penelitian Edisi 40, No 1/April 2008

Enden Irma R.

Abstrak

Kerajinan tradisional dari bahan logam produk Rajapolah, baik jenis maupun bentuknya cukup beragam. Kerajinan itu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Dalam penelitian ini, masalah yang diteliti adalah, pertama, bagaimana eksistensi kerajinan tersebut. Kedua, bagaimana arti penting potensi pengrajin dan kerajinannya bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Ketiga, bagaimana dampak produksi kerajinan tersebut bagi peningkatan pendapatan pengrajin. Keempat, persaingan antara produk kerajinan tradisonal dengan barang-barang produk pabrik, dalam kehidupan perdagangan atau perekonomian. Kelima, bagaimana dampak kerajinan itu terhadap perubahan sistem nilai budaya dalam kehidupan masyarakat.

Kata Kunci: Kerajinan Tradisional. Rajapolah

Fungsi dan Makna Kesenian Samrah di Kampung Ciharuman Desa Jelegong Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung

Jurnal Penelitian Edisi 36/Maret 2007


Oleh: Dra. Enden Irma Rachmawati


Abstrak:

Apresiasi masyarakat terhadap seni budaya tradisional menjadi makin rendah. Hal ini disebabkan langkanya kesempatan untuk menampilkan seni tersebut. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila para remaja, terutama yang berada di kota-kota, tidak lagi mewarisi nilai-nilai seni budaya tradisional. Hal ini merupakan salah satu masalah atau kendala dalam pengembangan seni budaya kita.

Popular Posts