WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Babad Dermayu: Sebuah Bentuk Sastra Sejarah

Oleh: Drs. Yuzar Purnama

Abstrak
Penulis membatasi tulisannya Babad Dermayu sebagai analisis struktural yang melingkupi alur cerita, latar, tokoh, dan tema. Babad Dermayu sebuah bentuk sejarah mengetengahkan babad sebagai sebuah cerita yang mengandung sejarah, unsure Islam dalam Babad Dermayu, peranan wanita dalam pembangunan, musyawarah untuk mufakat, tata upacara peresmian.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Biografi R. Natakusumah

Oleh: Drs. Herry Wiryono

Abstrak
Penulis membatasi tulisannya pada lingkungan keluarga dan pendidikan, serta keaktifannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, penumpasan pemberontakan DI/TII SM Kartosuwiryo, penumpasan pemberontakan RSM Maluku Selatan, Konfrontasi dengan Malaysia (Dwikora), Menjalani Tugas di Seskoad, aktivitas Purnabakti, hingga Kehidupan Keluarga dan Kepribadiannya.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 10, April 1996

Salah Urus, Seni Tradisi Mendekati Kepunahan

BANDUNG, (PR).- Akibat salah urus, banyak nilai tradisi, kesenian tradisional, serta budaya daerah yang terus mendekati kepunahan. Selain program pemerintah tidak jelas, penempatan pejabat bukan ahli di bidangnya, menjadi penyebab salah urus. Demikian ditegaskan Direktur Tradisi Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Poppy Safitri saat Temu Tokoh Peranan Perempuan Sunda dalam Perjuangan Bangsa" di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bandung, Jln. Cinambo, Bandung, Kamis (5/8). "Sangat wajar jika banyak kesenian dan nilai tradisi serta kebudayaan di daerah mendekati kepunahan, bahkan hilang atau mati," ujarnya.

Selain akibat dipegang pejabat yang bukan ahlinya, menurut Poppy, pergantian ataupun rotasi pimpinan dinas yang membawahi seni budaya tradisional yang terbilang cepat, juga menjadi penyebab. "Padahal untuk mengurus seni budaya, dibutuhkan waktu untuk mempelajari kesenian dan kebudayaan daerah. Dengan demikian, pejabat bersangkutan akan paham," tuturnya.

Selain sejumlah program yang tidak tepat sasaran, Poppy juga menyayangkan daerah yang tidak menggelar festival atau pertunjukkan budaya dan kesenian. Festival budaya dan kesenian di daerah merupakan wadah kreasi sekaligus upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan di daerah. "Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah menggelar festival kebudayaan dan kesenian daerah. Namun, terkadang dicibir oknum pejabat maupun anggota dewan karena dianggap menghabiskan anggaran," ucapnya. (A-87)***

Sumber: http://bataviase.co.id

Udjo, Seniman Angklung dan Aktifitasnya

Oleh: Dra. Lasmiyati

Abstrak
Penulis mengungkapkan perjalanan hidup seorang seniman Jawa Barat, yaitu Pak Udjo, dalam kiprahnya mengangkat serta mengembangkan kesenian angklung di Jawa Barat. Atas perjuangannya, angklung kini menjadi salah satu kesenian khas budaya Jawa Barat, yang terkenal tidak saja di Indonesia, juga di luar negeri.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Latar Belakang Berdirinya Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Sespim Polri) di Kabupaten Bandung

Oleh: Drs. H. Iwan Roswandi

Abstrak
Penelitian ini mengungkapkan latar belakang berdirinya Sekolah Staf Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Sespim Polri) di Kabupaten Bandung, dengan tinjauan latar belakang sejarah Kepolisian, sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, Kepolisian pada masa Proklamasi dan setelah Proklamasi, struktur POLRI di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Perdana Menteri, lahirnya Sespim POLRI, serta struktur organisasi, tugas, dan fungsi Sespimpol.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 12, Maret 1997

Popular Posts