WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pengetahuan, Sikap, Keyakinan dan Perilaku Generasi Muda Berkenaan Dengan Perkawinan Tradisional di Bandar Lampung

Oleh: Drs. Aam Masduki

Abstrak
Peranan generasi muda sebagai penerus pendukung kebudayaan bangsa di masa datang sangat besar artinya dengan segala kemampuan dan ketangguhannya, mereka siap untuk menghadapi berbagai tantangan dengan pemikiran dan sikap serta pola-pola tingkah laku tertentu. Tantangan dan kebutuhan iini seolah-olah ikut membina generasi muda sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab, sebagai pendukung kebudayaan yang berkepribadian dan sebagai ndividu yang terampil dan cerdas harus diselenggarakan sendini mungkin dan berimbang. Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bandar Lampung menganggap bahwa hubungan kekerabatan sangat erat kaitannya dengan perkawinan.

Perkawianan merupakan saat terpenting alam daur hidup yaitu saat peralihan dari tingkat remaja ke tingkat kehidupan berkeluarga. Generasi muda di Bandar Lampung umumnya minim mengenai upacara adat perkawinan. Selain itu juga mereka kurang dalam pengetahuan mengenai perangkat perkawinan, jalannya upacara perkawinan adat kurang dipahami, faktor lainnya adalah latar belakang kehidupan keluarga seperti agam, ekonomi dan lain-lain. Meskipun pengetahuan generasi muda rendah terhadap upacara perkawinan adat, hal ini dinilai dari kepercayaan, sikap dan perilaku mereka. Generasi muda percaya bahwa upacara perkawinan adat dapat mendukung perkembangan kebudayaan nasional. Kepedulian ini terbukti dari sikap dan pendirian mereka bila menikah ingin dilaksanakan dengan upacara adat. Oleh sebab itu upacara perkawinan adat perlu dipelihara dan dilestarikan dan tidak perlu diubah atau disesuaikan dengan perkembangan jaman.

Arsitektur Tradisional Cina Pada Hunian Masyarakat Cina Benteng di Kabupaten Tangerang

Oleh: Dra. Lina Herlinawati

Abstrak
Masyarakat Cina Benteng masih mempertahankan dan memelihara kebudayaan dalam bentuk fisik yang berupa bangunan rumah (arsitektur), merupakan keterikatan mereka pada simbol-simbol yang terdapat dalam rumah. Selain itu mempertahankan dan memelihara arsitektur tersebut dapat menjadi tolok ukur kekukuhan mereka dalam menghargai karya cipta leluhurnya. Pengaruh luar terhadap arsitektur tradisional rumah Cina Benteng tanpa mengubah pakem, banyak terdapat dalam bahan material bangunannya, misalnya komponen bangunan terbuat dari bambu dan kayu yang kemudian diganti dengan batu misalnya dinding dengan tembok demikian juga lantai dengan tegel.

Namun pada masa sekarang ini masyarakat Cina Benteng masih tetap mempertahankan kehidupan dan ciri kebudayaaannya termasuk bentuk fisik rumah huniannya. Pakem model rumah tiongkok masih dipergunakan dan dipertahankan berdasarkan rasa hormat dan kecintaannya pada leluhur. Demikian juga dalam membangun rumah feng shui masih dipergunakan, kekukuhuan mereka dalam menjaga tradisi leluhur merupakan aktualisasi penghargaan dan penghormatan akan leluhur yang diyakini selalu melindungi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Studi Sejarah Sosial dan Budaya Kawasan Saguling (Padalarang dan Sekitarnya)

Oleh: Drs. Nandang Rusnandar, dkk.

Abstrak
Mengingat bahwa Padalarang merupakan daerah persimpangan antara kota Jakarta – Bogor – Bandung, dan antara Kota Bandung – Padalarang – Purwakarta, serta dengan terbentangnya kawasan Industrial belst ”Sabuk Industri” di Jawa Barat, yang terbentang mulai dari Kabupaten Serang hingga wilayah Bandung Raya. Jelas akan mempercepat proses terbentuknya Mega City Jaboba. Terbentuknya Mega City ini, tentu saja akan menimbulkan konsekuensi luas, yang dampak akibatnya bakal diambil oleh masyarakat Jawa Barat pada abad 21 mendatang.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 18, April 1999

Kajian Unsur Didaktis Dongeng Anak-anak

Oleh: Drs. Tjetjep Rosmana

Abstrak
Penelitian/pengkajian karya sastra daerah merupakan salah satu upaya penggalian nilai-nilai budaya lewat pengkajian cerita rakyat. Dalam hal ini menggali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita atau dongeng anak-anak yang tersebar di Jawa Barat. Di daerah ini banyak dongeng yang mengandung unsur pembentukan dan pembinaan moral anak, baik yang menokohkan manusia dengan manusia, manusia dengan binatang maupun binatang dengan binatang.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 18, April 1999

Lengser, Sebuah Kajian Unsur Humor

Oleh: Drs. Yuzar Purnama

Abstrak
Penelitian ini mengungkap tokoh klasik dalam beberapa cerita naratif karya sastra lama di Jawa Barat yang bernama lengser. Tokoh tersebut berada di lingkungan kerajaan-kerajaan Sunda, seperti Pajajaran dan Galuh. Ia merupakan mediator antara pihak keraton dan warganya. Penampilann Lengser yang kocak mewarnai karakter khas yang dimilikinya. Humor-humor yang dilontarkannya menunjukkan bahwa ia seorang tokoh yang berusaha mencetuskan kritik-kritik sosial dan menjadi penengah bila terjadi pertentangan antara perntah kerajaan dengan kemampuan yang dimiliki warganya.

Diterbitkan dalam Laporan Penelitian Edisi 17, Februari 1999

Popular Posts