WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Peran Masyarakat Jakarta dalam Kelangsungan Hidup Ondel-Ondel

Oleh Yudi Putu Satriadi

Abstrak
Ondel-ondel dalam kehidupan penduduk Jakarta hadir sudah cukup lama. Diharapkan pula, penduduk Jakarta mampu mempertahankan eksistensi Ondel-ondel di tengah-tengah masyarakat sekarang. Dalam bidang promosi kepariwisataan, keberadaan kesenian Ondel-ondel, diharapkan dapat menjadi asset wisata yang bermatra budaya, juga dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan melihat langsung penampilan kesenian Ondel-ondel sambil melakukan kunjungan ke objek-objek wisata lainnya. Metoda penulisan dilakukan secara kualitatif, yakni mendeskripsikan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan. Hasil akhir tulisan ini, menggambarkan bahwa Ondel-ondel yang ada sekarang telah mengalami perubahan fungsi, bentuk, format pertunjukan, dan musik pengiring. Namun demikian, Ondel-ondel telah dijadikan ciri khas kesenian Jakarta karena kemampuan mempertahankan keberadaannya.

Kata kunci: Ondel-ondel, kesenian, Betawi.

Abstrak
Ondel-ondel has a long history in the life of Jakarta’s people. Hopefully, ondel-ondel will be preserved in modern society. For promotion in tourism, ondel-ondel could be a cultural asset and can be performed as cultural attraction as the tourists are traveling to other tourism destination objects. This research is written in qualitative method by describing data obtained from interview with informants. The result shows that ondel-ondel has changed in function, form, performance and music accompanying it. Yet, ondel-ondel has become the characteristics of Jakarta’s performance art for it has been survived so far.

Keywords: ondel-ondel, art, Betawi.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Lembaga Adat di Kasepuhan Cipta Mulya Desa Sinar Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat

Oleh Ria Andayani Somantri

Abstrak
Penelitian tentang Lembaga Adat di Kasepuhan Cipta Mulya, Kampung Cipta Mulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat bertujuan untuk mengetahui hal yang mendasari lembaga adat itu terbentuk,termasukjuga struktur lembaga adat Kasepuhan Cipta Mulya. Penelitian tersebut bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan teknik pengamatan; dan wawancara mendalam kepada sejumlah informan, yang ditentukan melalui metode snowballing. Data sekunder didapat melalui studi literatur yang digunakan untuk menganalisis masalah dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat di Kasepuhan Cipta Mulya mengacu pada aturan-aturan warisan leluhurnya yang terkristalkan dalam lembaga adat yang disebut kasepuhan. Struktur organisasi lembaga adat kasepuhan tergambarkan dalam hierarki yang didasarkan pada penguasaan tentang adat isitiadat setempat. Hierarki tersebut terdiri atas ketua adat, baris sesepuh, dan warga Kasepuhan Cipta Mulya.

Kata kunci: lembaga adat, kasepuhan, Cipta Mulya

Abstract
This research aims to investigate the reason for the establishment of this institution, including its structure. This is a descriptive-analytical research using qualitative approach. The author compiled primary and secondary data as well. Primary data are obtained through observation and in-depth interview with some informants using snowballing method. Bibliographic study is conducted to get secondary data to analyse research question. The result is, that the customary institution in Kasepuhan Cipta Mulya is referred to the rules inherited from their ancestors and crystallized in the form of customary institution called kasepuhan. The structure of the Kasepuhan is based on the ability of person in mastering adat (custom) rules. Hierarchically, it consists of ketua adat (the chief), baris sesepuh (the elders), and warga (the people) of Kasepuhan Cipta Mulya.

Keywords: customary institution, kasepuhan, Cipta Mulya

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Komunitas Adat Kampung Mahmud di Tengah Arus Perubahan

Oleh Rosyadi

Abstrak
Kampung Mahmud adalah sebuah kampung adat yang masyarakatnya teguh memegang dan melaksanakan tradisi yang diwarisi dari leluhurnya. Namun arus modernisasi ternyata membawa dampak terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat setempat yang sudah mulai menampakkan perubahan. Beberapa tradisi yang semula dipegang teguh oleh warga komunitas Kampung Mahmud, kini mulai melonggar. Komunitas adat ini berdomisili di wilayah Kabupaten Bandung. Penelitian ini mencoba mengkaji perubahan-perubahan pada aspek-aspek sosial dan budaya yang terjadi di kalangan komunitas adat Kampung Mahmud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terbuka dengan beberapa tokoh masyarakat dan warga komunitas terpilih, serta pengamatan langsung di lapangan (observasi).

Kata kunci: komunitas adat, kampung, perubahan masyarakat, perubahan kebudayaan.

Abstract
Kampung (village) Mahmud is an adat kampung that strictly preserves their customs inherited from their ancestors. But, modernization has given strong impacts to the community in terms of socio-cultural life which has gradually changed. Some of their traditions have become loosened. This adat commuity lives in Kabupaten Bandung. The research tries to study socio-cultural changes that has occurred amongst adat community of Kampung Mahmud. The author has conducted a qualitative method with descriptive approach. Data were collected through opened interview with several key persons and selected community member as well as observation.
Keywords: adat community, community change, cultural change.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Kontinuitas Pola Pewarisan Seni Menenun Songket di Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar

Oleh Eny Christyawaty

Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kontinuitas pola pewarisan seni menenun songket di Nagari Pandai Sikek dan ingin mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pewarisan seni menenun tersebut. Keahlian menenun songket bukanlah sesuatu yang didapat begitu saja tetapi merupakan sesuatu yang harus dipelajari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian menenun songket ini hingga sekarang masih bertahan pada masyarakat Pandai Sikek. Agen penting dalam proses pewarisan seni menenun ini adalah keluarga dan warga asli Pandai Sikek. Pewarisan seni menenun (transfer of skill) ini dalam prosesnya memerlukan pembelajaran yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun hingga seseorang menguasai keterampilan tersebut. Selain itu terdapat persyaratan yang disebut mahar yang hingga kini masih berlaku.

Kata kunci: seni menenun, songket, pola, pewarisan

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Kajian Nilai Budaya Tentang Mitos dan Pelestariaan Lingkungan pada Masyarakat Banceuy Kabupaten Subang

Oleh Endang Supriatna

Abstrak
Kampung Banceuy terletak di Desa Sanca, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Masyarakat yang tinggal di Kampung Banceuy memiliki ciri kehidupan yang unik. Ciri khas masyarakat Banceuy di antaranya: mereka memiliki tokoh adat yang memimpin dan mengendalikan perilaku kepercayaan masyarakat setempat. Serta mereka masih memelihara nilai-nilai luhur dan tradisi upacara. Begitu banyak upacara yang masih mereka laksanakan, baik yang berkaitan dengan pertanian, daur hidup manusia, dan sistem religi. Banyak hal yang bisa dipetik dari pelaksanaan upacara-upacara tersebut, antara lain, nilai-nilai mitos dan ritual mendorong mereka menjalin hubungan timbal balik dengan lingkungan alam sekitar.

Kata kunci: Upacara tradisional, mitos, pelestarian lingkungan.

Abstract
The village of Banceuy lies in Desa (larger village) Sanca, Kecamatan (district) Jalancagak, Kabupaten (regency) Subang. The people there has a unique life, e.g. they have a chief who responsible as leader in controlling the behavior of the community member either in rituals or high-valued ancestral traditions. The rituals they have are, among others, ones that have something to do with agriculture, human life cycle and religious system. Those rituals make them maintain a good relationship with mother nature in term of preserving and conserving the environment.

Keywords: traditional ceremony, myths, environmental preservation

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 2 Juni 2011

Popular Posts