WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Serat Siksa Kanda Karesian

JudulSerat Siksa Kanda Karesian
PenulisNinien Karlina, Ahmad Yunus, Rosyadi, Yahya Ganda
PenerbitDirektorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1993
Tebalvii + 78 halaman
Desain SampulLestari

Lontarak Luwu Daerah Sulawesi Selatan

JudulLontarak Luwu Daerah Sulawesi Selatan
PenulisH. Ahmad Yunus, Pananrangi Hamid, Tatiek Kartikasari, Soeloso, Rosyadi
PenerbitDirektorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1992
Tebalix + 153 halaman
Desain SampulLestari

Lawatan Sejarah Pancing Minat Siswa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung hari ini menyelenggarakan Lawatan Sejarah di Kota Cirebon. Rencananya kegiatan ini akan diselenggarakan selama tiga hari sampai tanggal 12 Mei.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri dari siswa SMA/sederajat dan para guru, yang sebagian besar mengampu mata pelajaran sejarah. Siswa siswi itu merupakan gabungan dari empat wilayah kerja BPNB Bandung, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Toto Sucipto, Kepala BPNB Bandung, mengatakan tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan sejarah dan apresiasi siswa siswi terhadap kekayaan sejarah. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengenalkan peninggalan sejarah yang ada di Kota Cirebon. Sekaligus memberikan wawasan lapangan sebagai pelengkap pelajaran sejarah di kelas.

Ia menambahkan dengan lawatan sejarah ini, diharapkan dapat juga berbagi pengetahuan baik kepada siswa maupun pada guru. Jangan anak muda sampai benci sejarah karena yang terlihat hanya menghapalkan tanggal dan tahun. Menurutnya justru cerita di belakang itu yang menarik. "Lawatan ini untuk menjadikan sejarah menarik, tantangan juga bagi bapak dan ibu guru," ujar Toto disela acara pelepasan, Sabtu (10/5).

Acara ini terdiri dari pemaparan objek sejarah di Kota Cirebon dan diskusi. Nantinya rombongan para siswa dan guru itu akan dibawa ke situs-situs bersejarah di wilayah Cirebon. Hari pertama mereka akan mengunjungi Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Keraton Kasepuhan.

Hari kedua rombongan akan diajak melihat Keraton Kanoman dan Kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Hari terakhirnya, mereka akan mengunjungi Taman Sari Gua Sunyaragi.

Langit Pangandaran Semarak dengan Layang-layang

PARIGI - Sebanyak 150 layang-layang diterbangkan di Lapangan Katapang Doyong, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Minggu (25/5/2014). Langit Pangandaran pun berubah seketika menjadi berwarna oleh beragam layang-layang.

Mereka yang menerbangkan layang-layang itu adalah para peserta Jejak Tradisi Daerah. Kegiatan itu diikuti 150 siswa dan guru SMA sederajat yang ada di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Lampung.

Sebelum diterbangkan, para peserta terlebih dahulu melukis layang-layangnya. Lukisannya pun beragam. Ada yang bergambar pemandangan laut, ikan, hingga lukisan abstrak.

Dikatakan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung Toto Sucipto, melukis dan menerbangkan layang-layang itu merupakan rangkaian dari Jejak Tradisi Daerah.

"Setelah kemarin kita ke Kampung Nelayan Babakan, kini peserta mempelajari cara membuat layang-layang, melukis, hingga menerbangkannya," jelasnya.

Ketika para siswa menerbangkan layang-layang, warga juga wisatawan yang ada di dekat lapangan tampak asyik menyaksikan langit Pangandaran yang dihiasi layang-layang. (Mohamad Ilham Pratama/A-147)***

Pelajar SMA/SMK Empat Provinsi Pelajari Budaya Maritim di Pangandaran

PARA siswa SMA/sederajat mendengarkan penjelasan dari warga dan narasumber di Kampung Nelayan Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (24/5/2014). Sebanyak 150 siswa SMA/SMK/sederajat dari empat provinsi mendatangi Kampung Nelayan Babakan, pada kegiatan yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Bandung (BPNB) Bandung, wilayah kerja Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Lampung, dengan tajuk Jejak Tradisi Daerah, ke Kabupaten Pangandaran
PARIGI, (PRLM).- Sebanyak 150 siswa SMA/SMK/sederajat dari empat provinsi mendatangi Kampung Nelayan Babakan, di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (24/5/2014). Kedatangan mereka untuk mempelajari budaya maritim di Pangandaran.

Kegiatan tersebut digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Bandung (BPNB) Bandung, wilayah kerja Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Lampung, menggelar Jejak Tradisi Daerah, ke Kabupaten Pangandaran.

Pada kegiatan yang mengambil tema, Mengenal Budaya Maritim untuk memahami Keragaman Budaya itu, peserta berasal dari empat provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Seluruhnya siswa kelas satu dan dua.

Dikatakan Yuzar Purnama selaku Ketua Pelaksana kegiatan, para siswa tersebut adalah wakil dari setiap sekolah yang menjadi duta daerahnya.

"Peserta selain siswa juga ada guru dari masing-masing daerah sebagai pendamping," ujarnya.

Tujuan jejak budaya tersebut adalah untuk mengenalkan budaya maritim khususnya di Pangandaran kepada siswa.

Yuzar menjelaskan, para peserta harus mengenal dan mempelajari kehidupan masyarakat nelayan. Serta kebudayaan yang ada di daerah maritim. (Mohamad Ilham Pratama/"PR"/A-88)***

Popular Posts