WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Serat Pedhalangan Ringgit Purwa VI

JudulSerat Pedhalangan Ringgit Purwa VI
PengarangK.G.P.A.A. Mangkunagara VII
Alihaksara R. Mulyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1978
Tebal54 halaman
Desain SampulLestari

Budaya Spiritual: Persepsi Peziarah pada Makam Keramat Lelulur Sumedang

Oleh Tjetjep Rosmana

Abstrak
Sikap keramat dalam anggapan suatu masyarakat adalah tempat yang dikeramatkan karena tempat bersemayamnya arwah leluhur yang memiliki kekuatan gaib. Pada suatu waktu di tempat keramat dijadikan pusat kegiatan religius, yakni upacara persembahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam situs religius ini, setiap tingkah laku manusia dikeramatkan yang diiringi suasana hati dan motivasi yang ditimbulkan oleh simbol-simbol sakral (keramat) dalam diri manusia.

Situasi demikian itu terbentuk dalam kesadaran spiritual sebuah masyarakat. Sesungguhnya setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap tempat yang dikeramatkan. Hal ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Demikian pula terhadap makam keramat leluhur Sumedang yang kerap dikunjungi oleh banyak peziarah. Salah satunya makam keramat Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, dan sebagainya.

Kata Kunci: Budaya spiritual, makam keramat, Sumedang.

Abstract
A sacred attitude on people live in a sacred place is the burial of an ancestors spirit and supernatural. Sometimes, it is made as a center of religiousness, for example a god worship through religious site. On this site everyones attitude is being sacred by feeling and motivation which showed sacred symbols self inside.

The situation formed in a spiritual awareness of society. Actually, everyone has different perception and motivtion about those places. Of course, it depends on each needs conditions. In such a case, the sacred burial of Sumedang often visited by visitors. Such as the sacred burial of Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, etc.

Keywords: Spiritual culture, sacred burial, Sumedang.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 1 No. 3 September 2009

Walidarma

JudulWalidarma
PengarangRaden Rangga Wirawangsa
Alihaksara Hardjana HP
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal159 halaman
Desain SampulLestari

Wanda Ringgit Purwa

JudulWanda Ringgit Purwa
AlihaksaraMoelyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1981
Tebal173 halaman
Desain SampulLestari

Serat Padhalangan Ringgit Purwa XXVI

JudulSerat Padhalangan Ringgit Purwa XXVI
PengarangK.G.P.A.A. Mangkunagara VII
Alihaksara R. Mulyono Sastronaryatmo
PenerbitProyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1980
Tebal80 halaman
Desain SampulLestari

Popular Posts