WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Peradaban Sunda Purba di Sekitar Gunung Sunda Purba sekitar 120.000 tahun yang lalu (BP)

ADA APA DAGO PAKAR ?
Oleh Nandang Rusnandar

Di Pakar Dago, Bandung Utara, kira-kira 120.000 tahun yang lalu, telah ada pemukiman manusia purba yang berperadaban. Kenyataan ini diperkuat dengan hasil beberapa penemuan berupa artefak-artefak, seperti Batu Kapak dari bahan obsidian, anak panah (besi campuran) dan peralatan batu lainnya. Ternyata manusia Sunda Purba, sudah tinggi budayanya.

Untuk membuat mata anak panah ini, ternyata manusia purba Sunda pada jaman itu sudah mempergunakan sistem percampuran (cor). Bahan-bahan mineralnya seperti silika amorf yang pada saat ini banyak ditemukan di daerah dataran Tinggi Bandung. Sistem percampuran mineral ini terlihat dari penemuan cetakan senjata (mata anak panah) terbuat dari perunggu.

Pakar yang jauhnya kira-kira 5 km dari pusat kota Bandung, merupakan pemukiman manusia pra sejarah, yang jauh lebih tua dari kerajaan Syailendra di Jawa tengah atau bahkan dengan manusia purba yang ada di sangiran. Nama PAKAR berasal dariPAKARANG ‘senjata’, karena mungkin dahulunya merupakan ‘pabrik senjata manusia purba’. Di tempat ini kini dijadikan musium tanaman langka (Hutan Ir. Juanda). Di Pakar ini pula terapat gua peninggalan belanda dan Jepang. Gua-gua ini dibangun di dalam endapan lahar gunung TANGKUBANPARAHU yang sudah padat. Dahulu gua-gua ini dijadikan gudang senjata pula oleh Belanda dan Jepang dan sekaligus kubu pertahanan. Kini PAKARmenjadi daerah wisata yang dapat dikunjungi untuk rekreasi melepas lelah pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya.

Seratu dua puluh ribu Tahun yang Lalu Orang Berperahu di atas Bandung
Menurut sumber geologi, Bandung pada jaman dahulu, 120.000 tahun yang lalu merupakan sebuah danau raksasa yang membentang dari ujung timur (Ujung Berung) hingga ujung barat (batas kota Bandung sekarang). Pada saat Dataran Tinggi Bandung masih berupa danau ini, permukaan airnya setinggi 725 m di atas permukaan air laut. Di sekitarnya sudah ada pemukiman manusia.

Meskipun hidup pada jaman pra sejarah, tetapi hasil budayanya banyak ditemukan, misalnya berupa kapak batu, mata anak panah (terbuat dari campuran metalurgi) dan peralatan batu lainnya, alat cetatakan ‘teracota’ metalurgi tersebut ditemukan dalam keadaan utuh, semuanya masih disimpan di Musium Geologi Bandung Jl. Dipenogoro. Semua hasil budaya itu ditemukan di daerah Bandung Utara (Sekitar daerah Pakar sekarang, pakar dalam bahasa Sunda berarti pakarang ‘senjata’). Untuk bahan-bahan mentah membuat kapak batu yang bahannya dari batu Obsidian, manusia purba mencarinya sampai ke daerah Nagreg atau Kendan karena di sini pusatnya.

Nah untuk mencapai daerah tersebut, manusia puirba berperahu melintasi kota Bandung sekarang, karena ini jalan yang dianggap paling aman, dekat, dan murah. Apabila lewat darat, mereka harus turun naik bukit, terlebih lagi serangan dan ancaman dari binatang buas yang masih mengintai di mana-mana.

Dari pemukimannya (di daerah Pakar- Dago) barangkali sekitar seratus dua puluh ribu tahun yang lalu mereka berperahu, — mungkin saja mereka melewati atap Gedung Sate (Gedung gubernur sekarang), atap RRI, bahkan gedung Musium geologi yang kini menyimpan barang-barang peninggalannya — Sebab walaupun setinggi 30 meter gedung-gedung tersebut, tetapi masih terendam air danau yang kira-kira mencapai kedalaman 50 meter.

Lampung Selatan dalam Tinjauan Sejarah Daerah

Oleh M. Halwi Dahlan

Abstrak
Berdasarkan data sejarahnya, Lampung Selatan sejak dulu memiliki kedudukan dan potensi penting. Hal itu disebabkan oleh letak geografi dan potensi alam yang dimiliki daerah tersebut. Secara geopolitik, Lampung Selatan menjadi batas Pulau Sumatera di bagian selatan dan secara geografis, daerah itu kaya akan potensi alam yang dapat diolah menjadi sumber penghasilan. Kedudukan dan potensi penting daerah Lampung Selatan mendapat perhatian, paling tidak sejak zaman kolonial Belanda. Sejak awal abad ke-19, pemerintah kolonial berupaya menanamkan kekuasaannya di daerah tersebut. Hal itu menyebabkan Lampung Selatan menjadi sebuah keresidenan.

Setelah Indonesia merdeka, kedudukan dan potensi penting Lampung Selatan, serta penduduknya yang multietnik, menjadi dasar bagi pelaksanaan program pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan ekonomi dan sosial budaya. Itulah pentingnya tinjauan sejarah dalam memahami proses perkembangan suatu daerah.

Kata Kunci: Lampung Selatan. Sejarah. Perkembangan daerah.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Vol. 40, No. 3, Desember 2008: 1147- 1182

Folklor ‘Tradisi Lisan dalam Peribahasa’ Di Desa Rancakalong Kabupaten Sumedang sebagai Informasi Kebudayaan

Oleh Nandang Rusnandar

Abstrak
Folklor yang mengandung peribahasa, merupakan salah satu aset budaya yang dimiliki oleh seluruh sukubangsa di Indonesia. Peribahasa biasa dituangkan dalam bentuk ungkapan yang sarat makna. Rancakalong, sebuah desa di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat memiliki keragaman ungkapan tradisional Sunda yang hingga saat ini masih belum tergali sepenuhnya. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan dan mengkaji tradisi lisan yang kini hampir punah di daerah tersebut.

Kata Kunci : Folklor. Peribahasa.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Vol. 40, No. 1, April 2008: 365 - 410

Pameran BPNB di Jambore Pramuka Jabar 2017












Berdiri dan Berkembangnya Kabupaten Bandung

Oleh Euis Thresnawaty

Abstrak
Tulisan dengan judul tersebut di atas, diawali oleh profil kabupaten dan asal-usul nama Bandung. Uraian zaman kerajaan dimaksudkan sebagai latar belakang berdirinya Kabupaten Bandung. Selanjutnya mendeskripsikan perjalanan sejarah Kabupaten Bandung sejak berdiri (sekitar pertengahan abad ke-17) sampai dengan tahun 1970-an (awal zaman pembangunan).

Dalam perjalanan sejarahnya, Kabupaten Bandung mengalami tiga kali perpindahan ibukota. Pada setiap zaman yang dilaluinya, di Kabupaten terjadi dinamika kehidupan mencakup pemerintahan, sosial ekonomi, politik, gejolak zaman penjajahan dan revolusi kemerdekaan, serta dinamika pembangunan. Selain itu, disinggung pula masalah hari jadi kabupaten yang pernah menjadi polemik di kalangan sejarawan.

Kata Kunci: Sejarah Kabupaten. Bandung.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Vol. 40, No. 3, Desember 2008: 1311 - 1358

Popular Posts