WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Serat Witaradya 3

JudulSerat Witaradya 3
PengarangR. Ng. Ranggawarsita
Alihaksara Sudibjo Z.H
PenerbitProyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1979
Tebal356 halaman
Desain SampulLestari

Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan di Kabupaten Bandung 2015

Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, selain berdampak positif, ternyata juga membawa ancaman bagi kelangsungan dan kelestarian kebudayaan daerah. Antara lain bergesernya peranan dan fungsi kebudayaan itu dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Tidak sedikit unsur-unsur kebudayaan daerah atau tradisi lama yang kini semakin jauh dari masyarakat pendukungnya. Bahkan banyak tradisi yang kini nyaris punah, padahal dalam kenyataannya tradisi tersebut telah mampu membentuk sikap, kepribadian dan karakterister bagi masyarakat pendukungnya. Lebih jauh lagi, tradisi tersebut telah memberikan ciri-ciri dan karakteristik bagi kebudayaan dan kepribadian bangsa. Dalam keadaan seperti itu, upaya penyebarluasan informasi kebudayaan sangat perlu terus dilakukan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam tradisi-tradisi tersebut tidak ikut musnah.

BPNB Bandung mempunyai empat wilayah kerja meliputi: Propinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. BPNB Bandung mempunyai fungsi dan tugas pokok melakukan penelitian, pengkajian, pendokumentasian, serta penyebarluasan nilai-nilai sejarah dan budaya yang terdapat di empat wilayah kerja yang dimaksud. Salah satu upaya untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pendokumentasian adalah melalui kegiatan penayangan film peristiwa sejarah dan budaya.

Sasaran kegiatan penayangan film dan diskusi kesejarahan dan kebudayaan terutama ditujukan kepada generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA/sederajat.

Dalam kesempatan ini, kami akan menayangkan film hasil perekaman peristiwa sejarah dan budaya disertai diskusi mengenai nilai-nilai budayanya.

Tujuan
Kegiatan Penayangan Film dan Diskusi ini dilaksanakan dengan tujuan:
  • Menemukenali nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai pristiwa yang tercermin dalam pola kehidupan sehari-hari masyarakat, dan
  • Menumbuhkembangkan rasa cinta dan memiliki di kalangan generasi muda atas sejarah dan budaya bangsanya.

Tema
Sesuai dengan tujuan kegiatan Penayangan Film dan Diskusi ini yaitu untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta, maka kegiatan penayangan pada kesempatan ini bertemakan “Mengenal Tradisi Mencintai Negeri”.

Materi
Dasar dari diskusi dalam kegiatan Penayangan Film dan Diskusi ini adalah tayangan film seni dan budaya. Terkait dengan itu maka ada dua buah film yang ditayangkan. Antara lain mengenai :
1. Seni Tari Jaipong dari Karawang,Jawa Barat.
pembicara I. Bapak. Drs.H. Agus Heryana, M.Hum

2. Seni Reak Kuda Lumping, dari Cibiru Bandung
Pembicara II :.Bapak. Enjang Dimyati

Peserta
Peserta dalam kegiatan penayangan film dan diskusi ini adalah siswa dan siswi SMA/sederajat dengan guru pendamping, keseluruhannya berjumlah 100 orang.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan penayangan film dan diskusi kebudayaan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2015 Tempat pelaksanaan di SMK Bhakti Nusantara 666,
Cileunyi Kabupaten Bandung.

Kepanitiaan
Penanggung Jawab : Drs. Aam Masduki
Ketua : Dra. A. Dian Dianawati P
Anggota :
Wawan Suhawan, M.Hum
Deti Nurhayati
Rudi Rustiyadi
Basuki.Indratno
Devi Avliani Heryanto
Siti Halimah
Dayat Hidayat

Refleksi Nilai-nilai Budaya Jawa: Suatu Kajian terhadap Serat Sakeber

JudulRefleksi Nilai-nilai Budaya Jawa: Suatu Kajian terhadap Serat Sakeber
PengkajiTashadi, Wahjudi Pantja Sunjata, dan Sri Retna Astuti
PenerbitProyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1994
Tebalviii + 456 halaman
Desain SampulLestari

Pembekalan Teknis Perekaman 2015

A. Latar Belakang
Beberapa dasawarsa belakangan ini dalam disiplin ilmu-ilmu sosial dan kebudayaan berkembang sebuah metode pengkajian dengan menggunakan media audio-visual. Metode ini pada dasarnya menitikberatkan pada pengkajian data berupa dokumen-dokumen film, baik berupa foto/slide, maupun film audio-visual yang dijadikan sebagai sumber data untuk kemudian dianalisis menggunakan metode dan teori-teori tertentu. Sudah barang tentu untuk kepentingan ini, diperlukan film-film dokumenter yang sahih dan memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Di samping itu, film-film dokumenter peristiwa kebudayaan juga sangat penting artinya bagi sosialisasi kebudayaan dalam rangka pelestarian kebudayaan itu sendiri. Media film, khususnya audio-visual menjadi sarana yang cukup efektif bagi pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Ini dapat dimengerti mengingat penyampaian informasi melalui media film, lebih menarik minat masyarakat ketimbang penyampaian secara verbal.

Dalam hal ini, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, memiliki keterkaitan langsung dengan keberadaan film-film dokumenter kebudayaan. BPNB Bandung dalam kedudukannya sebagai UPT Direktorat Jenderal Kebudayaan memiliki dua fungsi, yaitu: pertama, melakukan pengamatan dan penganalisisan data kesejarahan dan nilai tradisional daerah yang tercermin dalam sistem sosial, sistem kepercayaaan, lingkungan budaya, dan tradisi lisan. Kedua, melakukan pendokumentasian dan penginformasian kesejarahan dan nilai tradisional daerah. Adapun wilayah kerja dari BPNB Bandung adalah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Berdasarkan tugas dan fungsinya BPNB Bandung memiliki kedudukan yang penting di dalam pelestarian kebudayaan dalam arti yang luas. Konsep pelestarian kebudayaan bertitik tolak pada upaya memelihara, mengembangkan dan memanfaatkan kebudayaan. Salah satu kegiatan pelestarian nilai budaya yang dilakukan BPNB Bandung adalah pendokumentasian dan penyebarluasan informasi peristiwa-peristiwa kebudayaan dan kesejarahan melalui media audio-visual. Media audio-visual itu sendiri diperoleh melalui kegiatan perekaman peristiwa-peristiwa kebudayaan dan kesejarahan.

Dalam usianya yang ke-25 tahun, BPNB Bandung telah berhasil melakukan pendokumentasian berupa perekaman audio-visual berbagai hal yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai-nilai tradisional (film dokumenter). Selanjutnya untuk lebih meningkatkan kontribusi BPNB Bandung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, setiap tahunnya diadakan kegiatan penayangan film-film tersebut serta diskusi kebudayaan dan kesejarahan. Untuk itu tentunya film dokumenter yang dibuat harus memiliki kualitas gambar yang baik serta substansi dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam perekaman film dokumenter ini dibutuhkan orang-orang yang berpengetahuan dan berkemampuan merekam peristiwa sejarah dan budaya dengan baik agar film yang dihasilkannya pun baik. Beranjak dari hal tersebut BPNB Bandung memandang perlu untuk mengadakan kegiatan ini yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis perekaman.

B. Tujuan
Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas hasil perekaman melalui pemahaman dan penguasaan teknik perekaman.

C. Dasar Hukum
  1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan Lembaga Pemerintah NonKementerian;
  2. Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2010 – 2014;
  3. Rencana Strategis Setjen Kemendikbud Tahun 2010 – 2014;
  4. Kerangka Pembangunan Jangka Menengah Setjen Kemendikbud Tahun 2010 – 2014;
  5. Surat Menpan Nomor 10/M/1/2003 tentang Evaluasi Kelembagaan Pemerintah;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  7. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: 42 Tahun 2009/Nomor: 40 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya.
D. Ruang Lingkup
Kegiatan ini merupakan pembekalan teknis yang dilakukan melalui cara bimbingan/diklat dengan materi terkait dalam teknik perekaman data sejarah dan kebudayaan, serta praktek lapangan. Materi pembekalan meliputi: konsep-konsep umum mengenai pentingnya dokumen audio-visual sebagai salah satu sumber informasi kesejarahan dan kebudayaan, metode dan teknik perekaman peristiwa kesejarahan dan kebudayaan, metode dan teknik pengkajian kebudayaan melalui media audio-visual, metode dan teknik penyusunan skenario, serta praktik mengenai teknik-teknik pengambilan gambar.

E. Tema dan Topik Makalah
Kegiatan Pembekalan Teknis Perekaman Tahun Anggaran 2015 mengambil tema: “Dengan Pembekalan Teknis Perekaman Kita Tingkatkan Kualitas Hasil Perekaman”. Adapun topik-topik makalahnya adalah sebagai berikut:
  1. Karakteristik Media Audio-Visual dan Bahasa Visual (Pembicara: Hadi Purnama, M.Si. (Tel-U))
  2. Metode dan Teknik-teknik Pengambilan Gambar Audio-Visual (Pembicara: Hernawan, S.Sen. (STSI))
  3. Metode dan Teknik Penyusunan Skenario untuk Perekaman Film Dokumenter Kebudayaan (Pembicara: DR. Arthur S. Nalan, S.Sen.M.Hum. (STSI))
  4. Metode dan Teknik Penyusunan Skenario untuk Perekaman Film Dokumenter Sejarah (Pembicara: Ray Bachtiar (Komunitas Lubang Jarum Indonesia))
  5. Pengarsipan Data Audio-Visual dan Foto Budaya (Pembicara: Endo Suanda (Media Tikar Nusantara))
  6. Teknik Pengeditan Data Audio-Visual dan Foto (Pembicara: Sylvie Nurfebiaraning, S.Sos., M.Si. (Tel-U Bandung))
Adapun yang akan menjadi moderator dalam persidangan tersebut adalah:
1. Drs. T. Dibyo Harsono, M.Hum
2. Agus Mulyana, SH
3. Wisnu Wardana, S.S

H. Peserta
Peserta kegiatan ini sebanyak 55 (lima puluh lima) orang yang terdiri atas peneliti BPNB Bandung, sejarawan, budayawan, dosen, guru, mahasiswa, dan para peneliti dari berbagai lembaga penelitian.

I. Pelaksana
1. Petugas swakelola/panitia yang ditunjuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Pembicara adalah dosen/pengajar dan para tenaga ahli di bidang pendokumentasian dan pengkajian kebudayaan.

J. Lokasi
Kegiatan ini akan dilaksanakan di Bandung.

K. Kepanitiaan
Peananggung Jawab : Drs. Hery Wiryono
Ketua : Dra. Yanti Nisfiyanti
Wakil : Drs. Yuzar Purnama
Anggota :
Dra. Lina Herlinawati
Drs. Hermana
Hary Ganjar Budiman, S.S
Ayi Syarif Suhana, S.Sos, M.Si
Wildan Nirmala, S.Sos
Anas Azhar Nasihin

Lawatan Sejarah BPNB Bandung ke DKI Jakarta – Banten (3)

Destinasianews – Setelah melawat beberapa situs sejarah di Museum Nasional Jakarta pada hari pertama dan hari kedua melawat situs-situs bersejarah peninggalan peradaban Banten Lama. Di hari terakhir Lawatan Sejarah (26-28 Maret 2015) ini, para peserta diuji materi hasil lawatan sejarahnya lewat presentasi kelompok. Sesi presentasi ini bertempat di Aula Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang yang lokasinya tak jauh dari hotel rombongan menginap.

lawatan hari ke3a“Peserta yang terbagi dalam enam kelompok tersebut, akan memaparkan hasil lawatannya dan akan ada sesi tanya jawab. Teknisnya per dua kelompok akan maju ke depan dan hanya 1 orang yang menjadi wakil setiap kelompok,” papar Iim Imadudin salah seorang panitia dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung di sela-sela persiapan acara.

Presentasi yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB tersebut, berlangsung cukup menarik. Para siswa yang berperan sebagai presenter perwakilan kelompoknya, sangat baik dalam pemaparan materi dan menjawab setiap pertanyaan.

“Saya sangat senang melihat presentasi dari siswa peserta sangat baik meskipun dengan waktu persiapan yang sangat sedikit tapi mereka mampu manguasai materi yang mereka dapat selama di lapangan. Untuk penilaiannya akan kami godok dulu di kantor, nanti siswa yang terbaik akan mewakili BPNB Bandung dalam Lawatan Sejarah Tingkat Nasional 2015, kebetulan Jawa Barat sebagai tuan rumah jadi mendapat kuota lebih hingga dapat jatah 20 peserta,” papar Toto Sucipto Kepala BPNB Bandung.

Para peserta pun terlihat sangat bergembira karena mampu menyelesaikan semua kegiatan Lawatan Sejarah tersebut dengan lancar seperti yang diungkapkan perwakilan peserta, Rizal dari SMAN 1 Cineam Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya mewakili teman-teman peserta mengucapkan banyak terima kasih kepada BPNB selaku panitia yang tak lelah bekerja, para guru pembimbing yang terus-menerus membimbing kami. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk menambah wawasan sejarah dan guna mengajak kami sebagai generasi penerus untuk dapat melestarikan aset-aset bersejarah di negeri kita. Negeri ini sangat kaya akan sejarahnya. Kenanglah kami meskipun itu kenangan yang jelek. Terima kasih sekali lagi yang sebesar-besarnya,” ujar Rizal yang juga merupakan peserta paling heboh dan kocak.

Setelah selesai acara presentasi, rangkaian lawatan sejarah pun ditutup secara resmi oleh Kepala BPNB Bandung, dilanjutkan berfoto bersama dan salam-salaman seluruh peserta rombongan. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para panitia, guru pembimbing, siswa peserta, dan kru media yang terlibat. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam kegiatan kami. Mudah-mudahan ke depannya, meskipun acara ini telah selesai tapi silaturahmi kita tetap berjalan,” ujar Toto dalam pidato penutupannya.

Berikut Nama-nama Sekolah Peserta Lawatan Sejarah 2015

SMA Mardiyuana Sukabumi – SMA PGRI 1 Kota Bandung – SMAN 10 Tangsel – SMA Yamisa Soreang Kab. Bandung – SMA Yas Kota Bandung – SMAN 1 Baleendah Kab. Bandung – SMAN 1 Kota Banjar – SMAN 1 Kab. Cianjur – SMAN 1 Cikancung Kab. Bandung – SMAN 1 Cileunyi Kab. Bandung – SMAN 1 Cineam Kab. Tasikmalaya – SMAN 1 Ciwaru Kuningan – SMAN 1 Jalan Cagak Subang – SMAN 1 Lemahabang Cirebon – SMAN 1 Sumedang – SMAN 10 Kota Bandung – SMAN 19 Kota Bandung – SMAN 2 Kota Tasikmalaya – SMAN 23 Kota Bandung – SMAN 26 Kota Bandung – SMAN 27 Kota Bandung – SMAN 3 Kota Serang – SMAN 7 Kota Bandar Lampung – SMAN 7 Kota Bandung – SMAN 7 Kota Cirebon – SMAN Citra Nusa Kota Bogor – SMK Al Hasan Kota Bandung – SMK Bandung Timur Kab. Bandung – SMK Pangeran Soeria Atmaja (PASA) Kab. Sumedang – SMK Setia Bhakti Kota Bandung – SMK YASRI Kota Bandung – SMKN 1 Kab. Indramayu – SMKN 6 Kota Bandung – SMKN 9 Kota Bandung. (IG/dtn)

Popular Posts