WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Bimbingan Teknis Penelitian 2009

A. Latar Belakang
Penelitian ilmiah merupakan bagian dalam kegiatan yang mengacu pada inventarisasi dan pengkajian dari data sejarah dan budaya. Oleh karena itu, amat diperlukan persyaratan yang memenuhi standar keakuratan dan keobyektifan peneliti. Selain itu, instrumen yang dibawa peneliti saat berada di lapangan harus mengikuti standar baku sebagaimana penelitian ilmiah pada umumnya. Beranjak dari hal tersebut BPSNT Bandung memandang perlu untuk mengadakan kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas peneliti melalui bimbingan teknis penelitian.

B. Tujuan
Tujuan kegiatan bimbingan teknis penelitian adalah untuk:
  1. Meningkatkan kualitas peneliti dalam upaya inventarisasi dan pengkajian data sejarah dan kebudayaan.
  2. Menyempurnakan persiapan, pelaksanaan, penganalisisan, dan pelaporan penelitian.
  3. Memudahkan peneliti saat mengumpulkan data dan menyusun laporan.

C. Dasar Hukum
  1. Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2004-2009.
  2. Rencana Strategis Pembangunan Kebudayaan dan Kepariwisataan Nasional Tahun 2005-2009.
  3. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 38/05.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPSNT Bandung.
  4. DIPA Tahun 2009

D. Ruang Lingkup
Kegiatan ini dilakukan melalui cara bimbingan/diklat dengan materi terkait bidang inventarisasi dan pengkajian data sejarah dan kebudayaan.

E. Tema
Tema untuk kegiatan Bimtek kali ini adalah "Melalui Bimbingan Teknis Kita Tingkatkan Kualitas Penelitian Dan Penulisan Ilmiah".

F. Target (Output)
Terlaksananya satu kegiatan bimbingan teknis penelitian di wilayah kerja BPSNT Bandung.

G. Pelaksana
  1. Petugas swakelola/panitia yang ditunjuk oleh kuasa pengguna anggaran/pejabat pembuat komitmen.
  2. Peserta terdiri dari peneliti BPSNT Bandung, sejarawan, budayawan, dosen, guru, mahasiswa, dan para peneliti dari berbagai lembaga penelitian.
  3. Pembicara adalah dosen/pengajar dari perguruan tinggi yang ada di wilayah kerja BPSNT Bandung.


H. Koordinasi Pelaksanaan
Koordinasi pertama dilakukan mengenai susunan acara, susunan panitia jumlah serta klasifikasi peserta, pembicara berikut lokasi dan tanggal kegiatan. Setelah tahap pertama selesai, selanjutnya para panitia yang telah memiliki beban tanggung jawab masing-masing melakukan koordinasi sesuai dengan jabatan mereka. Utamanya dilakukan tugas kesekretariatan, jabatan tersebut memiliki beban tugas untuk membuat surat serta kelengkapan data yang ditujukan kepada petinggi wilayah kegiatan (Kabupaten Garut) - yang dalam hal ini dilimpahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, para pembicara, peserta serta para undangan yang sekiranya berkompeten untuk menghadiri kegiatan ini.

I. Waktu dan Tempat
Kegiatan Bimbingan Teknis Penelitian bertempat di Kabupaten Garut. Pelaksanaan kegiatan pada tahun 2009. Pemilihan lokasi kegiatan didasarkan atas pemerataan kegiatan yang selama ini diupayakan untuk mempromosikan serta memberikan nilai plus bagi keberadaan BPSNT Bandung sebagai lembaga yang khusus membidangi pelestarian kesejarahan dan kenilaitradisionalan di tiap daerah dalam wilayah kerja – yang saat ini diwakili oleh Kabupaten Garut.

J. Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan kali ini berbentuk bimbingan teknis. Tema dala bimbingan teknis khusus membahas tata cara melakukan penelitian bidang kesejarahan dan kenilaitradisionalan. Di samping itu, dibahas atau dibicarakan juga tata cara penulisan laporan ilmiah. Dua hal tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi para penulis yang hendak meneliti dan menuangkan laporan dalam bentuk tulisan ilmiah. Maksud Pembahasan tentang hal penelitian dan pelaporan ilmiah tidak lain untuk memberikan pencerahan bagi para penulis serta menjadi masukan bagi mereka (peserta) yang hendak melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Kabupaten Garut yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah serta keadaan alam yang indah sangat membutuhkan promosi untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar aset yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin tanpa mengorbankan atau melunturkan nilai budaya dan kesejarahan yang ada. Dan, bentuk yang sangat tepat untuk mempromosikan adalah menuangkan aset yang ada adalah dalam bentuk tulisan ilmiah. Sasaran utama sebagai peserta dalam kegiatan ini yang dianggap sebagai calon-calon penulis ilmiah adalah pengamat sejarah dan budaya, dosen, guru, mahasiswa, dan para peneliti dari berbagai lembaga penelitian yang khusus membidangi masalah budaya dan sejarah. Tak lupa staf peneliti BPSNT Bandung juga dilibatkan sebagai peserta dengan maksud untuk me-refresh kembali apa yang telah mereka tekuni sebagai peneliti.

K. Pembicara dan Peserta
Berdasarkan sasaran peserta sejumlah 150 orang dalam kegiatan ini - yaitu peneliti BPSNT Bandung, pengamat sejarah dan budaya, dosen, guru, mahasiswa, dan para peneliti dari berbagai lembaga penelitian, panitia secara selektif memilih pembicara yang berpengalaman menulis sejarah dan budaya khususnya daerah jawa barat, serta sangat menguasai tata cara penulisan karya tulis ilmiah.
Proses seleksi pembicara menghasilkan 6 orang pembicara dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penelitian Kabupaten Garut ini, yaitu: (1) Prof. Dr. A. Sobana Hardjasaputra,S.S.,M.A.; (2) DR. Ade Makmur Kartawinata., M.Phil.; (3) Drs. Budi Rajab, M.Si; (4) Drs. Mumuh Mukhsin, M.Hum.; (5) Drs. Nandang Rusnandar; (6) dan Drs. Yuzar Purnama.
Prof. Dr. A. Sobana Hardjasaputra,S.S.,M.A. adalah sejarawan yang sudah tidak asing lagi di kalangan elit penulis di daerah Jawa Barat. Beliau banyak membuat karya tulis tentang kasundaan, serta sejarah di tiap-tiap daerah di Jawa Barat. Karyanya banyak menghiasi toko-toko buku kelas atas dan menjadi sumber referensi bagi para para penulis. DR. Ade Makmur Kartawinata., M.Phil memaparkan tentang "Teknik Penelitian dan Penulisan Laporan Kebudayaan". Sementara keempat pembicara lainnya, yaitu: Drs. Budi Rajab, M.Si, memaparkan tentang "Pengatahuan dan Pengalaman Penelitian" Drs. Mumuh Mukhsin, M.Hum.yang memaparkan tentang "Penelitian Sejarah: antara Studi Pustaka dan Lapangan", Drs. Nandang Rusnandar, dan Drs. Yuzar Purnama yang memaparkan tentang "Penelitian Sejarah, Sumber Langka, dan Kelangkaan Sumber". Di samping itu, mereka berempat memiliki idealisme tinggi dalam menjaga kualitas tulisan ilmiah mereka.

Popular Posts