WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Masa Pendudukan Jepang di Kabupaten Garut 1942 – 1945

Oleh: Drs. Heru Erwantoro

Abstrak
Masa pendudukan Jepang di Kabupaten Garut yang berlangsung selama 3,5 tahun menimbulkan perubahan sosial yang cukup signifikan. Perubahan itu disikapi oleh masyarakat Garut dengan melakukan strategi adaptasi yang kebetulan sesuai dengan teori Toynbe tentang penindasan. Menurut Toynbe setiap penindasan akan memancing perlawanan dari pihak yang terjajah, bentuk perlawanan itu berupa: pertama, melawan secara angsung; kedua, berdiam diri; dan ketiga mengindarkan diri.

Masyarakat garut menyadari bahwa dirinya tidak mungkin melakukan perlawanan secara frontal dan juga tidak mungkin menghindarkan diri. Oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah melawan dengan cara diam. Perlawanan dengan cara diam itu, pada satu sisi mematuhi semua apa yang diharuskan oleh si penjajah, tetai pada sisi yang lain berusaha menyusun kekuatan diri dengan memanfaatkan apa-apa yang mungkin di dapatkan dari si penjajah. Strategi adaptasi ini membuat masyarakat Garut memiliki berbagai kemampuan yang pada akhirnya digunakan untuk melawan penjajah.

Diterbitkan dalam Jurnal Penelitian BKSNT Bandung Edisi 31, Juli 2005

Popular Posts