WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Menyedihkan! Punah, Puluhan Kesenian Tradisional di Jabar

Bandung - Nasib kesenian tradisional di Jawa Barat berada dalam beberapa katagori. Menurut Toto Sucipto, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung, Jabar, selain terjadi degradasi kebudayaan, pun sudah banyak yang dilupakan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah punah.

Dari data tahun 2009, tercatat 43 kesenian tradisional di Jabar punah. Kesenian tradisional yang ada di Tatar Sunda ini sendiri berjumlah 394. Dari total tersebut, ada kategori sangat berkembang sebanyak 42, lalu 61 jenis kesenian berkembang, dan 248 tidak berkembang.

“Untuk di Kabupaten Pangandaran, dari data yang ada di Kabupaten Ciamis dulu, tercatat ada 163 kesenian tradisional. Tujuh punah, 39 sangat berkembang, berkembang 54, dan tidak berkembang 43,” katanya.

Menurut Toto, kesenian tradisional yang punah adalah elet, empet, mamanukan, sarawalet, wayang golek pakuan, nutu, dan bongbangan.

Untuk yang sangat berkembang di antaranya degung, degung kacapi, rampak sekar, kawih sunda, angklung diantonis. Lalu berkembang di antaranya teater sunda kiwari, keroncong, marhabaan, beluk, gending karesmen.

“Sedangkan yang tidak berkembang di antaranya genggong, salentrong, reog, tayub,” ujarnya.

Popular Posts