WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pembukaan Jejak Tradisi Nasional (JETRANAS) 2015

Surabaya – Pengenalan dan pemahaman keragaman budaya termasuk tradisi di Indonesia yang diupayakan oleh Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tertuang dalam Jejak Tradisi Nasional (JETRANAS) 2015 yang resmi dibuka pada (10/0815) di Ruang Dragon Hotel Oval, Jalan Diponegoro 23, Surabaya, Jawa Timur. Acara yang menghadirkan 44 orang siswa-siswi peserta terbaik Jejak Tradisi Daerah (JETRADA) dan 70 siswa-siswi tingkat SMU/sederajat kota Surabaya ini mengusung tema “Harmoni dalam Keragaman”.

Acara pembukaan JETRANAS 2015 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, tarian penyambutan yaitu Tari Remo dan Tari Serampang Dua Belas yang diwakili oleh UPT Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB Aceh), laporan ketua pelaksana Ibu Sri Hartini selaku Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi yang turut menyampaikan bahwa perbedaan dan keragaman yang harus dipersandingkan agar menjadi sebuah harmoni, dilanjutkan tarian kolaborasi tiga daerah (Padang, Bengkulu, dan Palembang).

Tri Rismaharini, walikota Surabaya, turut menyampaikan sambutannya. “Kita ini adalah satu, satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Satu negara yang mempunyai keragaman budaya dan bahasa yang bermacam-macam, cuma di Indonesia. Jangan cari perbedaannya, carilah persamaannya. Mari kita bergandengan tangan dengan erat, agar menjadi kuat, agar tidak ada satu pun negara yang berhak menaklukkan kita. Kekuatan kita adalah keberagaman,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan atraksi tari Ja’i dari Nusa Tenggara Timur, lagu dan pantun yang dibawakan oleh perwakilan BPNB Pontianak, serta sambutan sekaligus pembukaan Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan.

“Saya yakin, semangat itu akan menjadi inspirasi. Jangan segan-segan untuk memiliki impian. Warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan semakin meningkat jumlahnya, saya mendapatkan semangat dari Bu Risma untuk mengusulkan lebih banyak warisan budaya. Semoga bermanfaat, adek-adek semangat, hidup budaya Indonesia! Mari kita wujudkan impian kita. Secara resmi, acara JETRANAS saya nyatakan resmi dibuka,” demikian sambutan dan pesan Kacung Marijan menjelang detik-detik pembukaan JETRANAS 2015.

Atraksi Tari Jaipong dari perwakilan BPNB Bandung, penyerahan cinderamata kepada Tri Rismaharini walikota Surabaya, penyematan tanda peserta oleh Kacung Marijan kepada tiga perwakilan peserta Jejak Tradisi Nasional 2015, pemberian plakat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta foto bersama menutup rangkaian acara pembukaan JETRANAS 2015.

Rangkaian kegiatan Jejak Tradisi Nasional (JETRANAS) selama empat hari ke depan yaitu pengarahan serta pembagian kelompok peserta, di mana setiap kelompok mengumpulkan data tradisi melalui pengamatan dan wawacara terhadap para pelaku budaya (narasumber), mengumpulkan data yang disusun dalam bentuk laporan karya yang akan dipresentasikan dan dinilai oleh tim pembahas untuk menentukan tiga kelompok peserta terbaik. Materi yang ada dalam JETRANAS 2015 antara lain tatah wayang kulit, pedalangan, karawitan, ludruk, teknik pembuatan gamelan, bangunan tradisional, ludruk, tari remo, pakaian tari, pakaian pengantin tradisional, topeng Malang, batik dan reog.

Penyelenggaraan JETRANAS bertujuan agar generasi muda dapat mengetahui, mengenali, serta memahami keragaman budaya tradisi yang ada di Indonesia, menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap budaya yang berbeda sebagai langkah antisipasi pertentangan/konflik sosial yang marak akhir-akhir ini. Pendidikan budaya dalam Jejak Tradisi Nasional diharapkan mampu memberi variasi segar dalam sistem pengajaran secara simulatif agar siswa tidak merasa jenuh dengan pengajaran secara tatap muka.

Popular Posts