WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Emping Melinjo

Embel-embel melinjo pada nama emping menunjukkan kalau emping ini terbuat dari melinjo. Emping merupakan makanan dwi fungsi. Sesekali emping sebagai makanan ringan pendamping minum teh atau kopi, waktu lain sering menjadi pelengkap makanan berat seperti gado-gado, soto betawi, nasi uduk, nasi kuning maupun soto tangkar. Emping dikenal dari daerah Condet dan sekitarnya.

Emping hanya dibuat dari buah melinjo dan garam. Buah melinjo yang digunakan adalah buah melinjo yang tua. Buah tersebut dikupas lalu dijemur. Setelah buah kering lalu disangrai. Selanjutnya kulit bagian dalamnya masih harus dikupas lagi kemudian ditumbuk sampai pipih dan ditaburi garam secukupnya. Dari pekerjaan tersebut emping sudah sembilan puluh persen jadi. Pekerjaan terakhir adalah menjemur emping kembali sampai benar-benar kering. Emping yang tidak benar-benar kering akan tidak mengembang ketika digoreng dan dalam waktu yang lama akan timbul jamur. Ukuran emping bervariasi. Untuk mendapatkan ukuran emping yang besar caranya dengan menumbuk 3-4 buah melinjo menjadi satu sekaligus.

Emping melinjo merupakan makanan yang sifatnya tidak tahan udara, sejenis dengan kerupuk. Dengan demikian sudah pasti emping melinjo harus diwadahi dalam toples supaya rasa renyahnya bertahan lama. Pada acara jamuan yang dilakukan secara prasmanan, biasanya emping disajikan dalam sebuah piring panjang. Untuk menjaga agar emping tidak layu, setiap mengisikan emping ke piring tidak langsung dalam jumlah banyak. Manakala emping di piring akan habis baru diisi lagi. Emping nikmat disantap sebagai makanan ringan sebagai pendamping minum teh atau kopi.

Sumber: Sumber: Rostiyati, Ani., dkk. 2009. Ragam Makanan Tradisional Betawi. Bandung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung (Laporan Pendataan Kebudayaan).

Popular Posts