WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

RESPONS MASYARAKAT KAMPUNG NAGA TERHADAP PEMBANGUNAN PARIWISATA

Awaludin Nugraha, M. Baiquni, Heddy Shri Ahimsa-Putra, Tri Kuntoro Priyambodo

ABSTRACT
Pada kurun 1975-2010 Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan pembangunan pariwisata di Kampung Naga dengan tujuan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakatnya. Namun, masyarakat Kampung Naga melakukan respons negatif terhadap pembangunan tersebut. Mengapa masyarakat Kampung Naga melakukan respons negatif terhadap pembangunan pariwisata, padahal pembangunan tersebut dapat meningkatkan kehidupan ekonominya? Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk respons masyarakat Kampung Naga terhadap pembangunan pariwisata dan memahami penyebab munculnya respons itu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan datanya dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara sejarah lisan. Teknik analisis datanya menggunakan model interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk respons negatif masyarakat Kampung Naga terhadap pembangunan pariwisata terjadi secara bertahap dari skala lokal sampai skala nasional. Respons negatif tersebut disebabkan adanya perbedaan pemaknaan terhadap konsep pariwisata. Bagi masyarakat Kampung Naga, pariwisata bermakna silaturahmi yang bertujuan mempererat persaudaraan, sedangkan bagi pemerintah adalah aset untuk mendapatkan keuntungan finansial.

In the period 1975-2010 Tasikmalaya Regency Government has made tourism development in Kampung Naga. The purpose was to improve the economic life of Kampung Naga community. However, the Kampung Naga community responded negatively to that development. Why did the Kampung Naga community respond negatively to the development of tourism, whereas that development could improve the life of its economist? The purpose of this study is to describe the response form of Kampung Naga community to the tourism development and to understand the cause of the response. The research method used is a historical method, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Collecting data are using literature studiies and oral history interviews. Interactive model is used to analyze data. The result of this study shows that the negative response form of Kampung Naga community toward tourism development happened gradually from local scale to national scale. The response was caused by the difference of the meaning to the concept of tourism. For the community of Kampung Naga, tourism means a relationship that aims to strengthen the brotherhood, while for the government assets to improve financial benefit.

KEYWORDS
pembangunan pariwisata; respons; makna pariwisata; kampung naga

FULL TEXT:PDF

REFERENCES
Jurnal dan Laporan Penelitian

Adongo, Raymond, Ja Young Choe, Hagchin Han. “Tourism in Hoi An, Vietnam: Impacts, Perceived Benefits, Community Attachment and Support for Tourism Development” dalam International Journal of Tourism Sciences. March 2017. Hlm.1-21. DOI: 10.1080/15980634.2017.1294344.

Almeida-Garcia, F., Maria Angeles Pelaez-Fernandez, Antonia Balbuena-Vasquez, Rafael Cortes-Macias. “Resident’s Perceptions of Tourism Development in Banalmadena, Spain” dalam Tourism Management Vol. 54. 2016. Hlm. 259-274.

Cornet, Candice. “Tourism Development and Resistance in China” dalam Annals of Tourism Research Vol.52. 2015. Hlm.29-43.

Dai, Linlin, Siyu Wang, Jun Xu, Li Wan, Bihu Wu. “Qualitative Analysis of Residents’ Perceptions of Tourism Impacts of Historic Districts: A Case Study of Nanluoguxiang in Beijing, China” dalam Journal of Asian Architecture and Building Enginering Vol.16 No.1 January 2017. Hlm.107-114.

Franzidis, Alexia dan Michael Yau. “Exploring the Differences in a Community’s Perception of Tourists and Tourism Development” dalam Tourism Planning & Development. June 2017. Hlm. 1-16. DOI: 10.1080/21568316.2017.1338199.

Haditomo. 1989.

Sistem Sosial Kampung Naga. Laporan Penelitian. Yogyakarta: FPIPS IKIP Yogyakarta.

Jiaying, Zhang, Robert J. Inbakaran, Mervyn S. Jackson. “Understanding Community Attitudes Towards Tourism and Host-Guest Interaction in the Urban-Rural Border Region” dalam Tourism Geographies Vol.8 No.2. May 2006. Hlm. 182-204.

Jupir, M. Maris. “Implementasi Kebijakan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal (Studi di Kabupaten Manggarai Barat) dalam Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol.1 No.1. Januari 2013. Hlm.28-37.

Lai, Ivan Ka Wai dan M. Hitchcock. “Local Reactions to Mass Tourism and Community Tourism Development in Macau” dalam Journal of Sustainable Tourism. November 2016. Hlm.1-20. DOI: 10.1080/09669582.2016.1221413.

Lee, Tsung Hung. “Influence Analysis of Community Resident Support for Sustainable Tourism Development” dalam Tourism Management Vol.34. 2013. Hlm.37-46.

Monterrubio, Carlos. “Protests and Tourism Crises: A Social Movement Approach to Causality” dalam Tourism Management Perspectives Vol.22. 2017. Hlm.82-89.

Mudzakkir, Amin. “Antara Masyarakat Adat dan Umat: Masyarakat Kampung Naga dalam Perubahan” dalam Jurnal Institut MAARIF Vol.7 No.1. 2012. Hlm.104-116.

Nunkoo, Robin, et.al. “Resident’s Attitides to Tourism: A Longitudinal Study of 140 Articles from 1984-2010” dalam Journal of Sustainable Tourism Vol.21 No.1. 2013. Hlm.5-25.

Rasoolimanesh, S. Mostafa, Jose L. Roldan, Mastura Jaafar, T. Ramayah . “Factors Influencing Residents Perceptions toward Tourism Development: Differences Accros Rural and Urban World Heritage Sites” dalam Journal of Travel Tourism. 2016. Hlm. 1-16. DOI: 10.1177/0047287516662354.

Rockett, Jennifer dan Doug Ramsey. “Resident Perceptions of Rural Tourism Development: the Case of Fogo Island and Change Islands, Newfoundland, Canada” dalam Journal of Tourism and Cultural Change. March 2016. Hlm. 1-20. DOI: 10.1080/14766825.2016.1150287.

Saringendyanti, Etty, Agusmanon Yuniadi, Rina Adyawardhina. 2008.

Kampung Naga, Tasikmalaya Dalam Mitologi: Upaya Memaknai Warisan Budaya Sunda. Laporan Penelitian. Bandung: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Sulistiono, B. 1997.

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat di Kampung Naga. Laporan Penelitian. Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah.

Vargas-Sanchez, Alfonso. “Explaining Residents’ Attitudes to Tourism: Is a Universal Model Possible?” dalam Annals of Tourism Research Vol.38 No.2. 2011. Hlm.460-480.

Wang, Yi-Ping. “A Study of Kinmen Resident’s Perception of Tourism Development and Culture Heritage Impact” dalam Eurasia Journal of Mathematics, Science, & Technology Education, Vol.12 No.12. 2016. Hlm.2909-2920.

Zaidan, Esmat dan J. F. Kovacs. “Resident Attitudes towards Tourists and Tourism Growth: A Case Study from the Middle East, Dubai in United Arab Emirates” dalam European Journal of Sustainable Development Vol.6 No.1. 2017. Hlm.291-307.

Buku

Dienaputra, Reiza D. 2006.

Sejarah Lisan: Konsep dan Metode. Bandung: Minor Books.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. 2016.

Data Arus Kunjungan Wisatawan Objek dan Daya tarik Wisata Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2015. Tasikmalaya.

Garraghan S. J., Gilbert J. 1957.

A Guide to Historical Method. New York: Fordham University Press.

Goeldner, Charles R. dan J. R. Brent Ritchie. 2012.

Tourism: Principles, Practices, Philosophies. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

McCabe, Scott. 2009.

“Who is a Tourist? Conceptual and Theoretical Developments” dalam Philosophical Issues in Tourism, diedit oleh John Tribe. Bristol: Channel View Publications.

Miles, M. B., A. M. Huberman, J. Saldana. 2014.

Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Third Edition. Los Angeles: SAGE.

Mowforth, Martin dan Ian Munt. 2016.

Tourism and Sustainability: Development, Globalisation and New Tourism in the Third World. Fourth edition. London: Routledge.

Poerwadarminta, W.J.S. 1999.

Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010.

Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Scott, James C. 1998.

Seeing Like a State: How Certain Schemes to Improve the Human Condition Have Failed. New Haven: Yale University Press.

Suganda, Her. 2006.

Kampung Naga Mempertahankan Tradisi. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Thompson, Paul dan Joanna Bornat. 2017.

The Voice of the Past. New York: Oxford University Press.

Telfer, David J. dan Richard Sharpley. 2008.

Tourism and Development in the Developing World. London: Routledge.

Zed, Mestika. 2008.

Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Surat Kabar

Kompas, 1 Februari 2006.

Kompas, 13 Maret 2006

Koran Tempo, 3 Februari 2006.

Koran Tempo, 28 Maret 2006.

Liputan 6.com, 10 Februari 2006.

Pikiran Rakyat, 6 Februari 2006.

Pikiran Rakyat, 18 Mei 2009.

Sumber Lisan/Informan

Ade Suherlin. 2016.

Kuncen Kampung Naga. Wawancara, Kampung Naga, Agustus 2016.

Maun. 2016.

Punduh Kampung Naga. Wawancara, Kampung Naga Agustus 2016-Februari 2017.

Tatang. 2017.

Pemandu Wisata Kampung Naga. Wawancara, Kampung Naga, Agustus 2016-Februari 2017.

Endut Suganda. 2017.

Warga Kampung Naga. Wawancara, Kampung Naga, September 2016-Februari 2017.

Sobirin. 2016.

Kepala Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Wawancara, Tasikmalaya, September 2016-Februari 2017.

Asep Herman. 2016.

Kasi Bina Wisata Disparbud Kabupaten Tasikmalaya. Wawancara, Tasikmalaya, Oktober 2016.

Popular Posts