WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Atraktif, Pergelaran Cultural Evening Pukau Penonton

Cirebon, Jabar – Cultural evening mempertontonkan seni budaya Cirebon unik dan berbeda di Keraton Kanoman, Sabtu (27/4) malam. Selain penataan panggung dan cahaya yang atraktif, tata suara yang klasik, secara keseluruhan pentas seni budaya ini sangat memukau para tamu undangan yang hadir.

Tampak hadir para sultan di Cirebon, wali kota dan wakil wali kota, tokoh seni dan para tamu undangan lainnya. Pertunjukan sendiri terbatas dan tertutup untuk masyarakat umum. Sesuai yang dijanjikan Show Director, Dedy Kampleng, acara menyuguhkan tontonan seni yang berbeda dan sangat menghibur. Di tengah minimnya krativitas dan pertunjukan, pihaknya berhasil menampilkan aneka ragam pagelaran. Sanggar Kanoman menampilkan tari batik, Sanggar Kasepuhan menampilkan tari topeng, ada juga dari Kacirebonan. Puncaknya sanggar Puser Langit Cirebon menampilkan seni drama tari Rama dan Sinta.

Dalam drama tari itu diceritakan tentang Rahwana yang menculik Dewi Sinta, yang merupakan kekasih dari Sri Rama. Untuk memata-matai gerak-gerik Rahwana, ia mengutus Kanoman, yang merupakan seekor kera putih. Namun Kanoman tertangkap Indrajit, di sanalah pertarungan seru dihelat.

Sri Rama dan pasukan Kanoman bertarung dengan pasukan Rahwana. Rahwana tak pernah bisa mati karena memiliki ajian pancasona, meski beberapa kali ditusuk oleh keris pusaka Sri Rama. Rahwana pun akhirnya takluk oleh panah Sri Rama.

Ketua Panitia Pelaksana, Erry Kadir berharap kegiatan ini bisa terus menjadi agenda tahunan, yang penyelenggaraannya bergantian di keraton-keraton. Sementara, Wali kota Ano Sutrisno tampak menikmati pagelaran demi pagelaran. Ano mengatakan, ia sangat mengapresiasi para seniman yang menampilkan karya seni budaya tradisional. “Acara seperti ini minimal harus diadakan tiap tahun sekali. Pagelarannya bisa di tempat yang berbeda, apakah di balai kota atau di Gua Sunyaragi,” ungkapnya.

Cirebon, kata Ano, memiliki potensi budaya yang banyak. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya sanggar seni yang berdiri. Ini tentunya bisa menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi Cirebon. Sebagai bentuk kepedulian, pemkot siap menyeponsori acara kesenian serupa bekerja sama dengan para pengusaha.

Sementara itu, Kepala BPNB Bandung, Toto Sucipto menjelaskan, seni budaya di Cirebon penting untuk direvitaslisai. Hal ini ia wujudkan dengan terus menginventarisasi kekayaan seni budaya di daerah Jawa Barat, terutama di Cirebon. “Kota Cirebon memiliki banyak seni budaya,” katanya. (jml)

Popular Posts