WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Perkembangan Musik Modern sebagai Media Hiburan Di Propinsi Lampung

Oleh M Yudhi, S.H., M.M

Bila kita amati perkembangan musik di tanah air dewas iini, maka dapatlah kita katakana lebih banyak masyarakat kita terutma pemuda, yang cenderung mempelajari alat-alat musik untuk menjadi seorang musisi.
Tidak terhitung berapa jumlahnya musisi kita yang menjadi kondang baik di daerahnya sendiri maupun di tingkat nasional, ini dapat terjadi karena kemajuan teknologi musik sekarang yang canggih, seperti adanya perlatan elektronik yang mendukung perkembngan musisi (pemain musik).

Perkembangan aliran musik dilihat secara periodic dapat kita uraikan sebagai berikut :
• Aliran Renaisance;
• Aliran Barok;
• Aliran Klasik;
• Aliran Romantik;
• Liran Modern.

Aliran musik modern perkembangnya sangat cepat karena merupakan suatu proses perkembangan musik yang cenderung digemari saat ini dari berbagai kalangan.

Aliran musik modern dilihat dari perkembangnya dapat diklasifikasikan di antaranya :
1. Aliran Musik Dangdut
2. aliran Musik Pop
3. Aliran Musik Rok

Aliran musik dangdut yang berkembang saat ini, yaitu :
1. Dangdut Remik
2. Hause Musik
3. Rock Dangdut

Ketiga aliran musik dangdut di atas, perkembangannya di daerah Lampung sangat pesat terutama untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, masyarakat pedesaan, di mana musik tersebut sering dipakai dalam pesta perkawinan, kampanye dan hiburan rakyat.

Perkembangan pada Aliran Musik Pop, antara lain :
1. Pop Alternatif
2. Pop Kreatif
Aliran ini cenderung diminati oleh berbagai kalangan, dimana perkembangannya di daerah Lampung itu sendiri lebih banyak terdapat di Pub, Restoran, Pesta perkawinan dan acara yang bersifat formil.

Aliran musik Rok yang berkembang saat ini, antara lain :
1. Hard Rock
2. Underground

Aliran musik ini merupakan aliran musik keras dan tempo yang cepat sehingga banyak mengeluarkan energi lebih yang cenderung diminati oleh kaum muda baik kalangan pelajar dan group band.

Sumber:
Makalah disampaipak pada kegiatan Workshop dan Festival Kesenian Tradisional yang diselenggarakan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung di Ruang Keratuan Balai Keratuan Lt. 3 Kantor Pemda Provinsi Lampung, 21 Juli 2007.

Popular Posts