WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Jejak Tradisi dan Budaya Lampung Bersama BPNB Jabar di Negeri Olok Gading

Negeri Olok Gading di Bandar Lampung menjadi lokasi kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) tahun 2017 yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat (BPNB Jabar). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (4-6/5/2017) dengan tajuk “Mengenal Tradisi dan Ekspresi Budaya Masyarakat Lampung.”

Kepala BPNB Jabar Jumhari SS mengatakan, Jetrada 2017 digelar untuk memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni tradisi dan budaya masyarakat Lampung khususnya kepada siswa. Diikuti sebanyak 150 peserta, seperti Jetrada sebelumnya, peserta yang turut terdiri dari peserta siswa dari berbagai daerah yang menjadi wilayah kerja BPNB Jabar, guru pembimbing, pendamping, dinas terkait dan pers.

“Lampung memiliki keanekaragaman budaya dengan kekhasan dan keunikan tersendiri. Diharapkan, Jetrada ini dapat menumbuhkan pemahaman generasi muda atau siswa sekolah akan nilai tradisi dan budaya masyarakat Lampung,” kata Jumhari SS. Belajar, imbuh dia, tak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga dapat dilakukan di lapangan sehingga langsung mengenal objek budaya yang hendak ditelaah.

Di Negeri Olok Gading, tepatnya Lamban Dalom Rumah Adat Kebandaran Marga Balak Lampung Pesisir, Bandar Lampung, Jumat (5/5/2017) pagi hingga siang, peserta dibagi dalam tujuh kelompok untuk menggali materi dengan didampingi pembimbing. Setiap kelompok meneliti satu dari tujuh tema kajian yang telah disiapkan, dipandu narasumber masyarakat adat setempat.

Sebelum melakukan kajian, rombongan peserta Jetrada 2017 disambut tarian adat Tari Siger Pengunten. Rombongan diterima secara adat oleh Saibatin Penyimbang Adat Negeri Olok Gading H Zainudin Hasan bergelar Karya Bangsa Ratu dan Johan Purpa Syahputa bergelar Pangeran Jaya Negara. Acara ramah tamah digelar di Lamban Dalom.

Lamban Dalom yang dikunjungi rombongan peserta adalah bangunan tradisional yang dibuat Ibrahim Gelar Pemuka ketika dia mendirikan Kampung Negeri. Bangunan terbuat dari kayu dengan siger besar di atasnya. Lamban Dalom, dalam kegiatan Jetrada 2017, menjadi salah satu objek yang dikaji dengan fokus telaah arsitektur.

Dalam proses penggalian data di lapangan, nampak peserta di setiap kelompok aktif dan antusias. Ada lima materi yang dikaji dengan tujuh fokus telaah pada masing-masing kelompok. Materi tersebut adalah Sistem Teknologi Tradisional dengan fokus telaah pada arsitektur Lamban Dalom, Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial dengan fokus telaah sistem kepemimpinan, dan Sistem Pengetahuan dengan fokus telaah pengobatan tradisional.

Materi Religi dan Sistem Kepercayaan dibagi dua fokus telaah dan dilakukan oleh dua kelompok yakni fokus telaah upacara penobatan penyimbang adat, dan fokus telaah upacara kehamilan, kelahiran, khitan, perkawinan dan kematian. Pun begitu dengan Kesenian. Ada dua fokus telaah yakni Tari Bedana dan Tari Siger Penguten.

Kajian dan telaah tradisi dan budaya di Rumah Adat Kebandaran Marga Balak Lampung Pesisir berakhir hingga siang hari. Sekira 2 jam para peserta menggali data lapangan di sana. Selain melakukan pencatatan, mereka pun berdiskusi dengan narasumber hingga wawancara guna beroleh data detail sebagai bahan pemulisan laporan. (IA)*

Popular Posts