WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

POLITIK TUBUH DALAM SERAT KAWRUH SANGGAMA KARYA RADEN BRATAKESAWA AWAL ABAD XX

Adi Putra Surya Wardhana, Fiqih Aisyatul Farokhah

ABSTRACT
Hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas selalu menarik untuk dikaji meskipun diikat oleh tabu. Pada awal abad XX, naskah-naskah soal seksualitas cukup populer, apalagi sudah dicetak dalam bentuk buku yang diperjualbelikan di lapak-lapak buku. Salah satu naskah yang memuat seksualitas adalah Serat Kawruh Sanggama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk, fungsi, dan makna politik tubuh dalam Serat Kawruh Sanggama. Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif-interpretatif dengan pendekatan teori politik tubuh. Hasil penelitian menunjukkan, Serat Kawruh Sanggama ditulis di Kediri dan disebarluaskan oleh penerbit Boekhandel Tan Khoen Swie Kediri. Bentuk politik tubuh berupa narasi tentang tata cara atau aturan bersenggama. Naskah ini mengandung politik tubuh yang berfungsi untuk menundukkan, mengontrol, dan mendominasi tubuh perempuan. Namun demikian, naskah ini dapat dimaknai sebagai upaya laki-laki untuk memahami misteri tubuh perempuan. Selain itu, naskah ini dimaknai pula sebagai daya perempuan, sehingga laki-laki harus berusaha untuk memahami seluk beluk tubuh perempuan.

Despite a taboo subject amongst society, the matters related to sexuality are always interesting to study. In the early twentieth century, texts on sexuality were quite popular and had even been printed in the form of books that were sold in the book stalls. One of those was Serat Kawruh Sanggama. The purpose of this study was to analyze the form, the function, and the meaning of the politics of the body in the Serat Kawruh Sanggama. The method used in the research was the qualitative-interpretative data analysis combined with the approach of the Politics of the Body. The results of the study have shown that Serat Kawruh Sanggama was written in Kediri and then disseminated by the publisher of the Boekhandel Tan Khoen Swie Kediri. The elements of the Politics of the Body revealed in the text are in the form of narratives related to the procedures or rules of sexual intercourse. It is evident that the elements of the Politics of the Body found on the text served as an instrument of subjugating, controlling, and dominating the female body. This text can be interpreted as an attempt by men to understand the mystery of the female body. However, on the other hand, the text can also be interpreted as an attempt by men to understand the mystery of the female body. In addition, it also represented as a woman's power that encourages men to understand the ins and outs of the female body.

KEYWORDS
Serat Kawruh Sanggama, Politik Tubuh, Seksualitas, Tubuh Perempuan

FULL TEXT:PDF
REFERENCES

Acri, A. (2019). Becoming a Bhairava in 19th-century Java. Indonesia and the Malay World, 47(139), 285–307. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13639811.2019.1639925

Akin, B. (2017). Exiles and Desire Crossing Female Bodies: Nina Bouraoui’s Garçon Manqué and Rabih Alameddine’s I, the Divine. The Wenshan Review of Literature and Culture, 10.2, 111–133.

Arnez, M., & Dewojati, C. (2010). Sexuality, Morality and the Female Role: Observations on Recent Indonesian Women’s Literature. Asiatische Studien Études Asiatiques, LXIV(1), 7–38.

Bordo, S. (1993). Feminism, Foucault, and the Politics of the Body. In Up Against Foucault: Explorations of Some Tensions Between Foucault and Feminism (pp. 179–202). London: Routledge.

Bratakesawa, R. (1932). Serat Kawruh Sanggama (4th ed.). Kediri: Boekhandel Tan Khoen Swie.

Bruggen, M. . van, Wassing, R. S., Hering, B. B., Voskuil, R. P. G. A., & Heshusius, C. A. (1998). Djokja en Solo Beeld van de Vorstenlanden. Nederland: Asia Maior.

Chen, K. (2010). The Concept of Virginity and Its Representations in Eighteenth-Century English Literature. Wenshan Review of Literature and Culture, 3.2, 75–96.

Darmarastri, H. A. (2017). Pekerja Anak di Surakarta Masa Kolonial: Dari Pekerja Keluarga Menjadi Pekerja Upah. Sasdaya, 2(1), 351–364. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/sasdayajournal/index

Davis, A. (2008). Investigating Cultural Producers. In M. Pickering (Ed.), Research Methods for Cultural Studies (pp. 53–67). Edinburgh: Edinburgh University Press Ltd.

De Sumatra Post. (1939, February 20). De Soesoehoenan van Solo Overleden. De Sumatra Post.

Fitriana, A. (2019). Representasi Perempuan Jawa dalam Serat Wulang Putri: Analisis Wacana Kritis. Paradigma Jurnal Kajian Budaya, 9(3), 213–230. https://doi.org/DOI: 10.17510/paradigma.v9i3.322

Florida, N. K. (2020). Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, santri, dan Pujangga Jawa. (I. Afifi, Ed.). Piyungan: Buku Langgar.

Foucault, M. (1978). The History of Sexuality. New York: Pantheon Books.

Foucault, M. (1995). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: VINTAGE BOOKS.

Furqon, S., & Busro. (2017). Serat Gatholoco: Tubuh Menggugat Agama. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 2(1), 15–28.

Handajani, S. (2006). Female Sexuality in Indonesian Girls’ Magazines: Modern Appearance, Traditional Attitude. Antropologi Indonesia, 30(1), 49–63.

Ingleson, J. (1986). Prostitution in Colonial Java. In D. P. Chandler & M. C. Ricklefs (Eds.), Nineteenth and Twentieth Century Indonesia, Essays in Honor of Professor J.D. Legge. Victoria: Southeast Asian Studies.

Kali, A. (2013). Diskursus Seksualitas Michel Foucault. Maumere: Ledalero.

Kristyowidi, B. I. (2020). Multikulturalisme dalam Terbitan Boekhandel Tan Khoen Swie 1916-1953. KENOSIS, 6(1), 85–102.

Kuntowijoyo. (2006). Raja, Priyayi, dan Kawula. Yogyakarta: Ombak.

Larson, G. D. (1990). Masa Menjelang Revolusi: Kraton dan Kehidupan Politik di Surakarta, 1912-1942. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mahardika, M. D. G. (2020). Prostitusi di Surabaya pada Akhir Abad ke-19. Sejarah dan Budaya, 14(1), 22–30.

https://doi.org/10.17977/um020v14i12020p22

Mayasari, G. H., Rahayu, L. M., & Hidayatullah, M. I. (2013). Gambaran Seksualitas dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Jilid Catatan Buat Emak Karya Ahmad Tohari. Meta Sastra, 6(1), 22–33.

Mirawati, I. (2012). Kependudukan Masa Kolonial dalam Sumber Arsip. Majalah ARSIP, 16–19.

Muslifah, S. (2004). Serat Centhini Episode Centhini : Naratologi dan Pendekatan Gender Analisis Fabula. Universitas Gadjah Mada.

Mustofa, A. (2006). Ketika Seksualitas Menjadi Ideologi: Sastra Indonesia Seksualitas dan Seksualitas Sastra Indonesia. LENTERA, Jurnal Studi Perempuan, 2(1), 48–61.

Nordholt, H. S. (2011). Modernity and cultural citizenship in the Netherlands Indies : An illustrated hypothesis. Journal of Southeast Asian Studies, 42(3), 435–457. https://doi.org/10.1017/S002246341100035X

Padmo, S. (1998). Reorganisasi Agraria di Surakarta pada 1918 dan Akibatnya terhadap Petani dan Perusahaan Belanda. Humaniora, 8, 72–81.

Padmosoekotjo, S. (1953). Ngéngréngan Kasusastran Djawa. Yogyakarta: Toko Buku Hien Ho Sing.

Rahmana, S. (2018). Sarekat Islam: Mediasi Perkecuan di Surakarta Awal Abad ke-20. JUSPI: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 2(1), 52–58.

Ratna, N. K. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ricklefs, M. C. (2007). Polarising Javanese Society Islamic and Other Visions. Singapore: NUS Press.

Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.

Sarjono. (2017). Diksi Seksualitas dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. BASTRA, 4(1), 19–28.

Soeratman, D. (1989). Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1939. Yogyakarta: Penerbit Tamansiswa.

Subarkah, I. (1993). Sekilas 125 tahun Kereta Api: 1867-1992. Bandung: Grafika.

Sumodiningrat, G., & Wulandari, A. (2014). Paku Buwana X 46 Tahun Berkuasa di Tanah Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Susilantini, E. (2015). Pendidikan Seks dalam Serat Nitimani Karya Raden Mas Tumenggung Haryosugondo. WALASUJI, 6(1), 31–44.

Warto. (2017). Hutan Jati Berkalung Besi: Pengangkutan Kayu Jati di Jawa pada Akhir Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20. SASDAYA, Gadjah Mada Journal of Humanities, 1(2), 184–198. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/sasdayajournal

Widayati, S. W. (2001). Seksualitas Menurut Masyarakat Jawa: Kajian Filologis terhadap Teks Serat Kawruh Sanggama: Laporan Penelitian. Surabaya.

Wisnu. (2019). Boekhandel Tan Khoen Swie Kediri: The Agent Of Javanese Culture. Paramita: Historical Studies Journal, 29(1), 43–57. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v29i1.14523

Wisnu, Alrianingrum, S., & Artono. (2017). Manuscript Controversy Issue Boekhandel Tan Khoen Swie Kediri (Historical Studies). Advanced Science Letters, 23(12), 11735–11738. https://doi.org/doi:10.1166/asl.2017.10506

Yulianti, I. (1999). Mindering di Pedesaan Jawa pada Awal Abad ke-20 (1901-1930). Lembaran Sejarah, 2.

Popular Posts