WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

THE ENTERTAINMENT WORLD OF MINANGKABAU PEOPLE IN THE EARLY OF THE 20TH CENTURY

Meri Erawati, I Ketut Surajaya, Linda Sunarti

ABSTRACT
This article discusses the entertainment world of the Minangkabau people in the Dutch colonial epoch. The world of entertainment is constructed using the historical method through the collection of written sources particularly contemporary newspapers and is equipped with books in the form of memoirs and autobiographies. The data obtained are then criticized and synchronized to produce historiography. The results show that the entertainment that developed in Minangkabau is identified into two namely traditional entertainment and modern entertainment. The traditional entertainment is entertainment that has been passed down from the Minangkabau culture, while modern entertainment is entertainment influenced by the West.

Artikel ini menjelaskan tentang dunia hiburan masyarakat Minangkabau pada masa kolonial Belanda. Dunia Hiburan dikontruksi menggunakan metode sejarah melalui pengumpulan sumber-sumber tertulis terutama koran-koran yang terbit sezaman serta dilengkapi dengan buku- buku berupa memoar dan autobiografi. Data yang diperoleh kemudian dikritisi dan dikronologikan sehingga menghasilkan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiburan yang berkembang di Minangkabau terpola menjadi dua yakni hiburan tradisional dan hiburan modern, dimana hiburan tradisional merupakan hiburan yang telah turun temurun dari budaya masyarakat Minangkabau, sedangkan hiburan modern merupakan hiburan pengaruh Barat.

KEYWORDS
Entertainment, Minangkabau, Colonial

FULL TEXT:PDF
REFERENCES
Abdullah, T. (2018). Sekolah dan Politik: Pergerakan Kaum Muda di Sumatera Barat (1927-1933). Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Amran, R. (1988). Padang Riwayatmu Dulu. Jakarta: CV Yasaguna.

Asnan, G. (2007). Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Yogyakarta: Ombak.

Cohen, M. I. (2003). Look at the clouds: Migration and west Sumatran “popular” theatre. New Theatre Quarterly, 19(3), 214–229.

Cohen, M. I. (2006). Komedie Stamboel: Popular Theater in Colonial Indonesia, 1891-1903. Athens: Center for International Studies, Ohio University.

Chaney, D. (2004). Lifestyle: Sebuah Pengantar Komprehensif. Bandung: Jala Sutra.

Daliman, A. (2012). Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

De Joung, M. v. B. (1935). Publiek bij Paardenraces te Padangpandjang [photo]. KITLV 52876. http://hdl.handle.net/1887.1/item:706077

Ermayanti. (ND). Laporan Penelitian: Rabab Pesisir: Kesenian Tradisional Minangkabau. Padang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Andalas.

Erniwati. (2011). Cina Padang Dalam Dinamika Masyarakat Minangkabau: Dari Revolusi Sampai Reformasi. Disertasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Football Match Ad in Plein van Rome [Photo], Sinar Sumatera, 1938.

Graves, E. (2007). Asal-Usul Elite Minangkabau Modern : Respons Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Horse Racing in Bukittinggi (West Sumatera) [Photo], Sinar Sumatra, July 1920.

Horse Racing Ad in Pajacoemba [Photo], Sinar Sumatra, 30 April 1941.

Horse Racing Ad in Fort van de Capellen (Batusangkar) [Photo], Sinar Sumatera, July 1941.

Indrayuda, M., & Budiman, S. (2013). Randai : suatu aktivitas kesenian dan media pendidikan tradisional. Padang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.

Jedamski, D. (2008). “... and then the lights went out and it was pitch-dark”: From stamboel to tonil - Theatre and the transformation of perceptions. South East Asia Res. South East Asia Research, 16(3), 481–511.

Lestari, D. V., Lubis, N. H., & Mulyadi, R. M. (2017). Gaya Hidup Elite Minangkabau di Afdeeling Agam (1837-1942). Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 9 (1)

Meigalia, E. (2013). Salawat Dulang: Keberlanjutan dan Pewarisannya. Padang: Pusat Studi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Universitas Andalas.

Musri, M. (2015). Zainuddin Labay El-Yunusy: Akar-Akar Historis Pembaruan Pendidikan Islam di Minangkabau Awal Abad XX. Padang: Imam Bonjol Press.

Navis, A. A. (1984). Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.

Nieuwenhuis, C. (1900). Vechtkunst, vermoedeliijk randai te Padangpandjang [Photo]. KITLV 9874. http://hdl.handle.net/1887.1/item:784722

Nur, M dan Herwandi. (1989). Laporan Penelitian: Gaya Berpakaian Angku Damang: Suatu Studi Kasus tentang Gaya Berpakaian Para Pribumi yang Menjadi Pegawai Belanda di Minangkabau Pada Awal Abad 20. Padang: Fakultas Sastra Universitas Andalas

No author. (1900). Minangkabau vrow te Manindjau [Photo]. KITLV. http://hdl.handle.net/1887.1/item:927807

Nordholt, H. S., & Aziz, M. I. (2005). Outward Appearances : Trend, Identitas, Kepentingan. Jakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) ; KITLV Jakarta.

Rajo Penghulu, I. H. D. (1994). Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Samidi. (2017). Perubahan Gaya Hidup dan Identitas Budaya di Kota Surabaya Pada Awal Sampai Pertengahan Abad XX. Disertasi. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.

Suryadi. (2019, Agustus 18). Acara Pacu Kuda di Payakumbuh Zaman Kolonial (1925). Padang Ekspres.

Suryadi. (2011, Juni). Sebuah Grup Musik dari Padang. Singgalang.

Suryadi. (2015, November). Rumah Bola Medan Perdamaian Minangkabau di Fort van der Capellen. Singgalang.

Susanto, B. (2005). Penghibur(an) : Masa Lalu dan Budaya Hidup Masa Kini Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Tuinenburg. (1907). Passr malam Fort de Kock [Photo]. KITLV 1402134. http://hdl.handle.net/1887.1/item:846537

Zainuddin, M. (2014). Ranah Minang dan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Ombak.

Zed, M. (2009). Kota Padang Tempo Doeloe (Zaman Kolonial). In Seri Manuskrip (4th ed.). Padang: Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi Fakultas Ilmi-Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang.

Zed, M., & Tanjung, A. (2011). Biogafi Rangkayo Hj. Syamsidar Yahya (1914-1975). Padang: UNP Press.

Zubir, Z. (2013). Dari Baju Model Jubah Putih Ke Jas: Pengaruh Modernisasi Islam Dalam Gaya Berpakaian Laki-Laki Minangkabau. Suluah, 13 (17).

Popular Posts