WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Pengelolaan Rumah dan Lahan Produksi pada Masyarakat Guradog Di Lebak- Banten

Oleh Yudi Putu Satriadi

Abstrak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui masyarakat Guradog di Kabupaten Lebak-Banten dalam mengelola rumah dan lahan produksi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mendeskripsikan data hasil wawancara dan observasi tentang pengaturan rumah dan lahan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Guradog masih menjunjung tinggi nilai tradisional dalam hal pengaturan rumah dan lahan produksi. Namun demikian, mereka tidak menampik masuknya budaya modern. Mereka melakukan seleksi terhadap budaya modern dengan cara hanya mengambil hal-hal yang baik yang tidak merusak tatanan tradisional. Kini, Masyarakat Kampung Guradog dalam mengatur rumah dan lahan produksi menggunakan dua budaya yaitu budaya tradisional dan budaya modern. Kedua budaya tersebut dapat berjalan secara harmonis. Kondisi ini terwujud berkat toleransi olot yang sangat menekankan pentingnya kehidupan berlandaskan rasa persatuan dan kebersamaan.

Kata kunci: Nilai, tradisional, modern, harmonis.

Abstract
The objective of this research is to understand how Guradog community manage their houses and land of production. The author observed and interviewed some community members, and a descriptive method was conducted in analysing the data. The result is that traditional values in managing houses dan land of production are highly appreciated, although modern culture is also acceptable. They accept some elements of modern culture selectively. Those which do not meet their values are not recommended. Therefore, they accomodate two different cultural values, either traditional or modern, as long as they do not harm their traditional way of life. Unity and togetherness become the basis of the community way of life. The role of olot (the elders) are very important in making this harmony happen.

Keywords: Value, traditional, modern, harmony.

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 2 No. 2 Juni 2010

Popular Posts