WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Ayam Bekakak

Ayam bekakak banyak disajikan pada upacara-upacara ritual seperti khitanan, pesta pernikahan, dan upacara adat lainnya. Bahkan pada sebagian masyarakat Betawi, menu ini dipakai sebagai pelengkap sesajen pada upacara mistis tertentu. Dinamakan ayam bekakak, konon karena ayam yang disajikan masih utuh tanpa terpotong-potong dan terlentang keatas. Pada acara khitanan, ayam ini biasanya dimakan oleh penganten sunat bersama-sama dengan teman sebayanya yang datang pada acara khitanan tersebut. Bahan yang disediakan adalah ayam dan bumbu yang dihaluskan minyak goreng, bawang merah, bawang putih, daun jeruk purut, serai, ketumbar bubuk, jintan bubuk, merica putih bubuk, pala bubuk, kecap, dan garam. Adapun cara membuat ayam dibersihkan, disisakan kepalanya, bagian dada dikerat, lalu minyak dipanaskan, bawang merah, bawang putih, daun jeruk, dan serai ditumis hingga harum. Lalu Ketumbar, jintan, merica putih bubuk, dan pala bubuk ditumbuk halus ditambah kecap dan garam dibubuhi pada campuran tersebut. Ayam utuh dimasukkan, lalu dituangi kaldu, dimasak hingga empuk. Lalu ayam dibakar dengan bara api hingga harum sambil diolesi mentega, selanjutnya ditambahkan air jeruk limau.

Sumber: Rostiyati, Ani., dkk. 2009. Ragam Makanan Tradisional Betawi. Bandung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung (Laporan Pendataan Kebudayaan).

Popular Posts