WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Indung: Konsep dan Aktulitas Perempuan Sunda

Jurnal Penelitian Edisi 36/Maret 2007


Oleh: Drs. Agus Heryana


Abstrak:

Indung, sebutan untuk ibu dalam bahasa Sunda terdiri dari satu kata yang singkat namun sarat makna. Pembahasan mengenai ibu terus menarik dan tidak pernah selesai. Peran indung mengalami perubahan pasang surut sesuai dengan sudut pandang dan tingkat kebutuhan yang bersangkutan. Posisi indung dapat melambung setinggi langit dan terkadang di bawah melebihi bawahnya kaki.

Diakui atau tidak, tersirat atau tersurat, peran indung terpolakan secara alami dan kodrati. Di manapun, katakanlah di negara yang telah mengalami kemajuan peradaban, peran indung yang paling mendasar tidak akan hilang dan akan tetap melekat, bahkan menunjukkan fenomena indung kembali ke peran awal. Mengapa demikian? Indung bukan robot bergerak yang hidup tanpa nurani. Indung adalah manusia yang berjenis kelamin perempuan yang secara teori didominasi oleh emosional yang dikendalikan oleh rasio.

Perpaduan antara emosional dan rasio membuat sosok indung merupakan manusia yang nyaris sempurna menurut ukuran duniawi. Kalkulasi pengabdian indung tidak akan pernah sama dengan pengabdian laki-laki, karena Allah SWT telah melebihkan derajat indung satu tingkat di atas laki-laki.

Popular Posts